Ketegangan si Hiu Purba

(AT/M-3)
12/8/2018 00:00
Ketegangan si Hiu Purba
(DOK. WARNER BROS)

APA yang terjadi jika predator laut paling berbahaya yang pernah hidup di muka bumi kembali? Tampaknya, itulah yang dibayangkan sang penulis saat mulai menulis cerita cerita tentang The Meg. Judul The Meg diambil dari panggilan hiu purba, bernama latin Carcharodon Megalodon. Megalodon disebut sebagai predator laut paling berbahaya yang pernah hidup di muka bumi.

Film ini bercerita tentang sekelompok ilmuwan yang melakukan penelitian biologi di Palung Mariana, di bawah pimpinan Zhang (Winston Chao) dan putrinya, Suyin (Li Bingbing). Palung ini hingga saat ini diketahui sebagai lokasi paling dalam di bumi, yang berada di kawasan Samudra Pasifik.

Penelitian tersebut tanpa se­ngaja menemukan dan membawa Megalodon keluar dari dasar permukaan laut. Padahal, hiu purba ini diyakini telah punah lebih dari dua juta tahun yang lalu. Penemuan tersebut membawa Jonas Taylor (Jason Statham) yang merupakan ahli selam laut dan juga mantan Kapten Angkatan Laut pun turun tangan. Pasalnya, sang predator tertinggi dalam rantai makanan tersebut sangat agresif dan membahayakan manusia. Pertarungan Megalodon dengan manusia pun tidak terelakkan.

Film yang di bioskop Indonesia tayang dalam durasi 112 menit dan dilabeli 13+ ini, penuh dengan ketegangan dan kejutan dari awal hingga akhir. Sayangnya, walau masuk dalam kategori sci-fi, pembahasan hiu yang memiliki panjang 70 kaki tersebut tidak terlalu banyak.

Dalam film ini, nama Indonesia pun sempat disebut Moris, investor untuk penelitian biologi tersebut. Pasalnya, lokasi munculnya hiu ke permukaan berada di kawasan Samudra Pasifik. Walau berada lebih dekat dengan wilayah Tiongkok, Indonesia juga dekat dengan wilayah tersebut.

Bukan pertama
The Meg bukanlah film hiu pertama yang diproduksi Hollywood. Beberapa film bertemakan serang­an hiu kepada manusia telah diproduksi, misalnya Jaws yang sampai 4 sekuel, Deep Blue Sea, Open Water, The Reef, Bait, Dark Tide, dan The Shallows.
Film ini, tampaknya akan menjadi film hiu terbaik dan paling menegangkan yang pernah dibuat. Hiu yang ditampilkan seolah-olah nyata dan benar hidup.

Di sisi lain, para pemain pun menyiapkan diri dengan serius untuk proses pembuatan film. Bahkan, Jason Statham berlatih dengan penyelam profesional lalu pergi ke Fiji untuk merasakan menyelam dengan beberapa hiu banteng. Film The Meg yang dipro­duksi Warner Bros bersama perusahaan produksi film asal Tiongkok, Gravity Pictures, didasarkan novel sci-fi yang berjudul Meg: A Novel of Deep Terror. Film ini ditulis oleh Steve Alten dan diterbitkan pada 1997.

Film The Meg disutradarai oleh Jon Turteltaub. Selain itu, dikutip dari laman www.warnerbros.com/meg, nama-nama beken ada di belakang film ini, seperti Nominasi Oscar untuk sinematografi, Tom Stern (Changeling, Sully, American Sniper, The Hunger Games), Pemenang Oscar untuk Desainer Produksi, Grant Major (The Lord of the Rings: The Return of the King, X-Men-Apocalypse), editor Steven Kemper (Salt, Mission: Impossible II, Face/Off), dan desainer kostum, Amanda Neale (Truth, Pete’s Dragon, What We Do in the Shadows). (AT/M-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya