Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENIKMATI aneka masakan Indonesia yang kaya akan bumbu dan rempah tentunya sudah biasa bagi masyarakat. Namun, Anda harus mencoba aneka makanan Indonesia yang disajikan di restoran Alaritus yang berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Restoran tersebut menyajikan beragam makanan khas Indonesia yang sangat unik dari cita rasanya sampai tampilannya yang instagramable. Untuk makanan pembuka Anda bisa mencoba asinan jakarta. Hidangan yang sudah jarang dijumpai tersebut disajikan dengan begitu cantik.
Paduan dari sayur asin, potongan tahu, kacang tanah, wortel, kol, dan tauge disiram dengan bumbu kacang memberikan cita rasa asam menyegarkan. Ditambah lagi kerupuk mi sebagai pelengkap membuat semakin memperkaya rasa dan tekstur makanannya. Sajian andalan di Alaritus ialah pesmol lobster.
Daging lobster yang segar balur bumbu pesmol. Turut mendampingi ialah sayuran yang terdiri atas wortel, jagung, kembang kol, timun hijau, dan bawang bombai. Menariknya lobster ini dinikmati dengan potongan roti yang dipanggang kering alias crutons. Rasanya gurih dengan daging lobster yang manis dan kenyal.
Sayuran pendampingnya masih segar dan tidak terlalu matang sehingga bertekstur renyah saat digigit. “Untuk memudahkan tamu makan, jadi kita buka lobsternya dulu, kita bersihkan lalu kita keluarkan dagingnya dan dipotong lalu di-saute (tumis) sampai matang baru dicampur pakai bumbu pesmolnya. Kemudian kita kembalikan ke cangkangnya lagi,” jelas Chef dari Alaritus, Dio Erari, kepada Media Indonesia, awal Juli. Tidak hanya pesmol lobster, ada juga sate maranggi dengan potongan daging yang cukup besar dan bumbu yang amat meresap.
Satai yang terbuat dari potongan daging jenis tenderloin ini sudah dimarinasi selama 1 malam sehingga membuat tekstur daging tersebut menjadi lembut. Setelah itu, dibakar selama 2-3 menit. Satai ini dapat dinikmati dengan sambal colo-colo yang terbuat dari irisan cabai, tomat, dan kecap manis.
Bagi penggemar daging kambing, restoran tersebut juga menyajikan tongseng iga kambing. Kuahnya yang kental, sedikit manis, dan kaya akan rempah akan menambah nafsu makan Anda saat menyantap tekstur iga kambingnya yang empuk dengan bumbu yang meresap dan tidak ada bau khas kambing.
“Iga kambingnya sendiri kami memakai iga domba impor dari Australia. Jadi, dari rempah-rempah tongsengnya membantu menghilangkan bau dari dombanya. Proses memasaknya sendiri, daging iga dan bumbu tongsengnya itu dimasak pakai teknik slow cooking selama 1-2 jam, kalau normalnya, kan, iga dimasak sebentar saja sudah matang.
Jadi, benar-benar bau dombanya hilang dan bumbunya meresap ke dalam,” jelas Chef Dio. Anda yang gemar cita rasa pedas pun dapat mencoba ikan dabu-dabu, yang terbuat dari daging ikan kakap merah yang di-pan seared (teknik memasak di wajan datar dengan panas yang tinggi) dan dipadukan dengan sambal dabu-dabu yang terbuat dari tomat merah, tomat hijau, cabai merah, bawang erah, kemangi, dan perasan jeruk nipis, pedas menyegarkan.
Manis dan pekat
Ada beragam minuman khas Nusantara yang bisa dinikmati. Minuman bernama Dahlia yang memiliki rasa manis, asam, tapi menyegarkan karena terbuat dari jus buah naga, lemon, dan leci. Ada pula Kartini yang merupakan semacam es campur dengan potongan nangka, alpukat, kelapa, selasih, sirup kokopandan, dan kental manis akan langsung menetralisasi lidah Anda dari berbagai rasa makanan yang sudah disantap.
Tidak lupa bir pletok yang kaya rempah. Bagi pencinta kopi, Alaritus juga menyajikan berbagai macam kopi. Salah satu andalannya ialah kopi varian janji maria. Untuk es kopinya, Anda bisa mencoba Kopi passer baroe yang merupakan es kopi yang dipadukan dengan krim dan daun mint, rasanya sedikit manis dengan sensasi semriwing saat dinikmati. Dari segi harga, Alaritus menawarkan harga makanannya dengan cukup terjangkau mulai Rp7.500-Rp380ribu.
Sejarah
Bukan hanya makanannya yang menarik. Restoran ini memiliki arsitektur restoran yang unik karena menempati gedung bersejarah yakni gedung pos. Selain itu, restoran ini mengusung tiga konsep yang berbeda. “Konsep kami, kalau di bagian depan adalah coffee shop dengan nuansa yang pop, homey, dan eye catching.
Di bagian tengah itu vertical garden yang hijau dan terbuka karena diperuntukkan juga sebagai smoking area. Kalau di bagian belakang itu lebih ke suasana restoran yang romantis dengan pencahayaan yang redup,” jelas pemilik Alaritus, Fatimah Mangawing. Selain itu, di restoran juga terdapat sebuah lorong ikonik yang sangat instagramable. Para pengunjung bisa berpose dan mengunggah ke akun media sosialnya. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved