Workshop Kematian Siapa Mau Ikut?

Zubaedah Hanum
08/8/2018 10:05
Workshop Kematian Siapa Mau Ikut?
Antropolog Adriani S Sumantri berdiri di depan instalasi karya seninya yang berbicara soal kematian.(MI/Zubaedah Hanum)

KEMATIAN. Kala mendengar kalimat yang satu ini, kita sering meresponsnya dengan ekspresi ketakutan dan keengganan untuk membicarakannya. Padahal , peristiwa kematian itu adalah sebuah keniscayaan. 

Namun, tidak bagi antropolog Adriani S Sumantri. Ia justru penasaran dan malah menyelami kematian lebih dalam. Tidak hanya membaca buku tetapi Ani, demikian ia disapa, justru membuat karya seni rupa bertajuk kematian dalam Proyek SKS yang diasuh oleh perupa FX Harsono.

“Banyak orang takut dan enggan membicarakan kematian. Datang ke workshop saya hari Minggu (12/8), jam 10.00 WIB dan kita bisa bicara banyak soal itu,” kata Ani, disela pembukaan Pameran Proyek SKS bertajuk Titik Temu di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (7/8) malam.

Proyek SKS merupakan sebuah program belajar seni kontemporer yang digagas oleh Erudio Indonesia pada 2016 lalu, dengan tujuan mengeksplorasi system pendidikan seni kontemporer. Tahun ini, Proyek SKS membimbing tujuh individu dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

Ani mengatakan, penelusurannya tentang kematian berasal dari pengalaman pribadinya. Ia mengamati makna kematian dalam berbagai pemikiran (filsafat), praktik, serta ritual. Sebagai antropolog, ia juga meakukan riset sejak 2017 dan masih berlangsung hingga kini. Menurut Ani, mati itu bisa berarti dua. Pertama, mati itu habis, tidak lagi ada hubungannya dengan manusia. Kedua, mati itu adalah siklus hidup-mati-hidup.

Karya yang dipamerkan dalam Titik Temu menggunakan instalasi sulam pada kain dan kain batik, buku, bebauan dan suara. Karyanya itu didasarkan pada temuan awal risetnya, mengacu pada pandangan kedua yang mengenali karma, after life sekaligus menunjukkan mati berkaitan dengan hidup.

Dalam workshop kematian nantinya, jelas Ani, akan ada seorang narasumber yang dihadirkan untuk berbagi pengetahuan mengenai kematian. Lalu, peserta akan berbagi rasa dengan menceritakan pengalaman kematian atau efek yang dirasakan setelah kematian seseorang. Setelah itu, Ani akan meminta peserta untuk berdialog dan merenungkan segala rasa yang telah dipaparkan sebelumnya dengan menyulam. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zubaedah Hanum
Berita Lainnya