Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESENTER Metro TV, Naila Husna, 30, menyukai kegiatan yang melibatkan orang banyak. Meski hal itu menjadi hobi yang ditekuni melalui banyak kegiatan, Naila tidak melupakan keinginan orangtua agar dia menekuni bidang akademik psikologi. “Pada dasarnya aku suka bertemu dan belajar dengan orang banyak, bukan hanya dari buku. Saat masuk kuliah aku ingin ambil kuliah komunikasi, tapi nyasar ke psikologi karena keluarga inginnya aku seperti itu,” ujarnya.
Baginya, kebahagiaan orangtua dan keluarganya merupakan yang utama. Naila pun menjalani kuliahnya dengan serius dan nyaman walaupun harus mengesampingkan cita-cita dan hobinya sejak kecil. “Ternyata aku nyaman dan menikmati menjalaninya. Namun aku tetap imbangi kemampuan komunikasiku dengan ikut beberapa kegiatan mahasiswa, misalnya jadi MC acara kampus. Pokoknya banci tampil gitu. Hahaha,” ungkapnya.
Selain mengasah kemampuan komunikasinya dengan berbagai aktivitas kemahasiswaan, wanita yang gemar bertualang itu juga mencari ilmu di luar kampusnya. Dia tidak sungkan untuk ikut casting film hingga melamar untuk magang sesuai dengan konsentrasi pendidikannya, tapi sekaligus belajar ilmu komunikasi. “Saat magang aku masuk sebagai tim psikolog olahraga SEA Games, belajar komunikasi lagi dan sekaligus untuk memotivasi atlet kita,” tuturnya.
Sepak bola
Dia juga mengaku tertarik dengan dunia sepak bola. Dia juga suka mengamati perilaku pendukung bola di Tanah Air. Menurut dia, terdapat korelasi yang cukup signifikan antara perilaku pendukung klub sepak bola dan banyak orang di sebuah pertandingan bola.
“Pendukung yang fanatis akan memilih berkerumun dengan orang-orang yang sama dan saking antusiasnya dengan pertandingan, jika tim mereka kalah, akan terjadi tindakan yang agresif,” jelasnya.
Banyaknya pendukung klub sepak bola di berbagai daerah membuat hal itu sangat riskan terjadi. Dalam beberapa kali pertandingan terjadi beberapa pendukung yang agresif sehingga menyebabkan permusuhan dan lebih lanjut melukai orang lain baik secara fisik maupun verbal. “Misalnya dengan kekerasan fisik, verbal, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh yang mengancam atau merendahkan juga sering terjadi,” ungkapnya.
Perempuan yang punya hobi berenang itu menilai perilaku pendukung klub sepak bola masa kini sudah tidak seagresif dulu. Pemahaman yang diberikan organisasi yang menaungi para pendukung ini efektif menekan perilaku yang mengarah ke tindak kekerasan. “Namun, selama masih ada yang menyulut atau provokator dalam kelompok itu untuk berbuat demikian, masih akan terjadi walaupun jumlahnya tidak banyak,” jelasnya.
Kejadian itu bisa dilihat dari perilaku perusakan sarana Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. Kekalahan tuan rumah dari Arema itu tidak diterima pendukung klub tuan rumah yang selanjutnya ada orang menyulut tindak perusakan. “Itu ulah oknum yang biasanya ikut-ikutan kalau ramai seperti itu,” cetusnya.
Dia menambahkan, peran organisasi memberikan pemahaman arti sportivitas kepada pendukung klub sangat penting. Selain itu, harus ada sanksi sosial yang diterapkan organisasi, pengayaan, dan bimbingan yang terdaftar secara resmi. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved