Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BILA melihat rombongan Rapha Cycling Club (RCC) ber-social ride di pagi buta, hal itu membawa wajah Ibu Kota yang berbeda. Keberadaan mereka memberi rasa humanis di saat Jakarta baru akan beranjak dari tidur. Mengingatkan jika di tengah-tengah hutan beton, warga Ibu Kota tetaplah manusia-manusia yang suka berkumpul, bersenang-senang sekaligus peduli kebugaran.
Saat kegiatan itu selesai terpancar wajah-wajah senang dan puas di antara anggotanya. “Mungkin saat kita bersepeda itu saatnya kita melepaskan pikiran, strees release. Exited, ketemu sama teman-teman. Senang, di luar kan, bebas rasanya, mungkin sensasinya itu,” terang Wita Arisani.
Perempuan berusia 51 tahun itu memang membuktikan kegembiraannya di gaya gowesnya. Di usianya yang menginjak 51 tahun, ia tidak hanya tidak kalah bugar, tetapi juga tidak kalah berani memacu kecepatan.
“Kadang-kadang kalau kebut-kebutan sama mobil itu ya, satu-dua. Bahaya sih, itu sebenarnya,” ujar Wita.
Meski begitu, mereka juga mengakui jika sepeda semestinya tidak berada satu jalur dengan motor dan mobil. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan lajur khusus sepeda. Lajur khusus itu bukan saja untuk kenyamanan pesepeda, melainkan juga pengendara kendaraan bermotor.
“Jalurnya sekarang gak ada, membaur dengan mobil dan motor. Makanya saya bilang tadi pas bersepeda saya bisa minta nomor,” tambah Sylvi yang mengibaratkan mengenai tipisnya jarak antara sepeda dan kendaraan bermotor karena tidak adanya lajur khusus.
“Masalah besarnya sepeda itu kan, bannya kecil. Kalau kita bisa kecepatan 30. Kalau kita rem, dia gak berhenti karena maju terus, karena bannya kecil,” sambung Benny Yahya, 58.
Selain itu, sepeda balap tidak bisa serta merta berhenti dalam waktu tiba-tiba ketika di rem. Apalagi sepeda balap atau road bike yang punya teknik tersendiri.
“Kita ingin memberikan knowledge sedikit untuk para pengendara motor dan mobil bahwa sepeda itu kita banyak teknik yang gak bisa berhenti dengan tiba-tiba. Misalnya, kita punya sepatu yang ada klipnya. Ini mengunci. Kalau risiko jatuh itu riskan karena kita bisa patah bahkan nyawa kita bisa melayang,” terang Shandy.
Selain itu, RCC berusaha memaksimalkan pengamanan dengan memasang lampu depan dan belakang. RCC berupaya memberikan tanda bagi para pengguna jalan lain dengan menggunakan lampu. Cahaya itu berguna memberi tahu pengendara lain bahwa mereka sedang bersepeda berombongan. Agar sesama pengguna jalan bisa saling menjaga.
“Reflektor supaya orang-orang di jalan bisa lebih tahu adanya gerombolan sepeda, lah. Sepeda kan, banyak gak kelihatan. Apalagi kalau ride-nya agak subuh,” ujar Debora Kumajas, 36. (Zuq/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved