Busana yang Menyimbolkan Harapan

SURYANI WANDARI
05/8/2018 01:50
Busana yang Menyimbolkan Harapan
(DOK WARDAH)

BUKAN sekadar estetika, banyak pesan disampaikan desainer lewat busananya. Ini pula yang dilakukan Kami Idea saat mengangkat motif kaktus di koleksi terbarunya. Diperagakan di rangkaian peragaan penutup Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) 2018 yang  berlangsung di Gandaria City, Minggu (29/7), koleksi tersebut berhiaskan motif kaktus berwarna merah dan hijau.

Karakter Kami Idea yang lembut diterapkan dengan gaya motif yang seperti gambar sketsa cat air. Pada beberapa bagian, seperti dada, lengan, dan kaki,motif kaktus tampil berwarna. Sementara itu, di keseluruhan bagian lainnya motif itu hanya sketsa. Nadya Karina, Direktur K r e a t i f dan Co- Founder j e n a m a yang berdiri 2009 ini mengungkapkan jika koleksi itu bertema Sabaku.

“Kata Sabaku memang berarti padangpasir. Kami ingin menunjukan simbol kekuatan dan hambatan, seperti kaktus yang melewati kesulitan dan tidak peduli seberapa pun sulitnya hidup namun masih memiliki harapan untuk hidup dengan kekuatan yang dimilikinya,” kata perempuan yang mendirikan Kami Idea bersama Istafi ana Candarini dan Afi na Candarini.

Potongan-potongan busana yang dipikih masih setia dengan gaya Kami Idea selama ini yang longgar dan ringan. Meski begitu nuansa segar juga dihadirkan lewat gaya lengan dengan panjang bertumpuk,  potongan-potongan asimetris dan bias. Salah satu tampilan yang cantik ialah tunik asimetris dengan lengan tumpuk yang dipadukan rok lebar berpotongan bias. Palet warna dasar yang dipilih cokelat pasir sehingga menonjolkan warna motif kaktus.Selain itu, banyak artikel fesyen berupa gaun. Hal ini dikatakan Nadya memang sengaja agar koleksi ini lebih berkesan girly daripada sebelumnya.

Batik Retro
Permainan motif dan warna yang lebih atraktif hadir di peragaan koleksi Dian Pelangi. Dian yang memang dikenal dengan permainan motif dan warna cerah, kali itu menampilkan motif berbentuk bulatan, lingkaran, gemotris, dan mosaik yang berpadu dengan gaya mirip lukisan moral. Dian menjelaskan jika gaya yang dipilih memang terinspirasi street art di London.

Namun, motifnya diangkat dari motif batik kontemporer. “Motifnya tetap motif batik tapi motifnya ini teknik. Motif modern tapi bergaya retro,” kata perempuan bernama asli Dian Wahyu Utami ini. Permainan motif itu makin atraktif dengan palet warna cerah, seperti kuning, merah, hijau, dan pink. Kesan street wear dan fun yang dibangun pada koleksi itu makin lengkap dengan detail tali simpul pada blus panjang.

Tali ini mengingatkan pada gaya busana-busana pantai. Untuk padanan bawahnya, desainer berusia 27 tahun ini memilih celana palazzo maupun celana lonceng. Pada koleksi yang merupakan kolaborasi dengan Wardah itu, Dian juga banyak mengeluarkan blus dress maupun blus dengan cape yang bagian belakangnya menjuntai. Koleksi ini tampak cocok menyambut semangat musim panas.

Koleksi bermotif batik juga ada pada Khanaan. Jenama milik desainer Khanaan Shamlan ini mengadopsi motif batik yang terinspirasi dari arsitektur budaya Islam yang sangat kaya. Ia pun mengaplikasikan motifnya dengan warnawarna terang seperti kuning dan biru yang dilengkapi pula dengan nuansa emas dan peach. Motifnya tidak terlalu mendominasi karena hadir tipis dan lembut.

Motif-motif seperti pola geometris ini hadir dalam gaun panjang maupun setelan dengan celana kulot. Koleksi itu makin feminin dengan material yang jatuh dan melayang berupa sutera. Tidak ketinggalan, detil payet dan bulubulu halus yang sudah menjadi signature Khanaan. Seperti pada busana cokelatnya , gaun panjang hadir dengan blazer menyatu yang diikat pada bagian perut dan tak ketinggalan payet dan bulu-bulu pun hadir. (M-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya