Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERBATASAN ekonomi, melatih Wilhelmus Agung Dopo bertahan dengan berbagai strategi, pun bersyukur. Ganjaran beasiswa yang didapatnya, ia maksimalkan dengan berupaya mengembalikan kebaikan yang diterima pada sekitar.
Saat mengikuti Yayasan Sukarelawan Siswa (YSS) ASEAN Students Volunteer Mission to Sarawak 2018, kegiatan sukarela pemuda di Sarawak, Malaysia, ia mengoptimalkan kinerjanya hingga tim Indonesia meraih kontingen terbaik.
Pencapaian serupa ia perjuangkan sesuai bidang ilmu yang ia pelajari, dengan praktik saham, baik di kompetisi tingkat mahasiswa maupun bertransaksi langsung.
Mari simak bincang-bincang Muda bersama mahasiswa Jurusan Manajemen, Kalbis Institute, ini ya!
Ceritakan dong, latar belakang kamu tertarik di bidang volunter?
Kamu tidak butuh uang atau benda mewah untuk membantu orang lain, hanya butuh hati. Kata-kata ini menjadi prinsip keberadaan saya di dunia. Saya berasal dari keluarga kurang mampu. Bapak saya guru honor yang kadang terlambat mendapatkan gaji sebagai haknya. Ibu saya seorang ibu rumah tangga. Akibatnya, kami harus hidup dalam keterbatasan. Ketika sekolah, saya tidak bisa membeli buku tulis, harus mencari akal dengan meminta buku tulis bekas teman, saya robek kertas yang sudah ditulis. Saat tidak bisa membeli sepatu, saya menggunakan ban untuk menambal bagian yang sudah jebol dan sesak. Saat mau makan dan beras 1 biji pun tidak ada, saya mengakalinya dengan memasak tumbuhan di sekitar rumah. Saat pergantian tahun ajaran, saya selalu mendapat panggilan karena uang sekolah belum dibayarkan. Ketika ingin melanjutkan kuliah, tapi tidak memiliki uang, semuanya didapatkan dari tabungan sepanjang hidup saya.

Sindiran, ocehan datang silih berganti, saya hanya bisa menerima dan cukup memaknai penderitaan orangtua. Saya bersyukur karena mereka, saya mengerti susahnya hidup, berjuang, merasa beruntung karena dibiarkan hidup oleh Tuhan. Tuhan masih memperhatikan saya dan memastikan saya tetap hidup meskipun susah sekalipun. Ketika kuliah dengan bantuan beasiswa dan berada di lingkungan terbilang mewah, saya memaknai dengan syukur. Oleh karenanya, saya tidak pernah menyia-nyiakan anugerah ini.
Saya dimasukkan oleh mentor saya, Bapak SFD Arie Wibowo dan rekannya Bapak Anjar Dwi Astono, dalam suatu organisasi kemanusiaan, dilibatkan dalam berbagai kegiatan untuk menangani permasalahan masyarakat. Setelah turun, saya merasakan de javu, memahami betul apa yang dirasakan dan apa yang harus dibuat sebagai solusinya. Rasanya tidak ingin mereka menderita, seperti halnya yang saya alami sejak kecil. Saya selalu memainkan emosi ketika menjamah mereka, memberikan uluran tangan, baik itu harapan dan kasih. Ini membuat saya terlatih menangani proyek sosial.
Kegiatan sosial yang kamu laksanakan saat ini?
Saya berada di bawah payung organisasi, Kalbis Care Share, yang didukung perusahaan farmasi, tetapi kami membuat laporan yang jelas, untuk diri kami, melakukan tanpa pamrih. Kami melakukan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, dan antinarkoba, tanggap darurat bencana, dan misi kemanusiaan lainnya di daerah kritis.
Bagaimana dengan YSS-ASEAN, apa saja kegiatannya?
YSS adalah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia yang bergerak persis seperti organisasi kami, menuntaskan masalah terkait dengan kemanusiaan.
YSS sendiri bekerja sama dengan ASEAN untuk memperluas ruang lingkup kegiatan. Kami yang tergabung dalam kontingen Indonesia, saya sebagai ketua delegasinya, di bawah garis komando Kopertis wilayah 3, melaksanakan program YSS-ASEAN di Serawak selama 19 hari.
Kegiatan kami, education, community development, medical and health, agribio and environmental, information technology and social entreprenuership, serta crisis and disaster management.
Kriteria yang membuat kalian menjadi kontingen terbaik?
Karena memberikan dampak masif selama kegiatan ini berlangsung, saya sebagai ketua kontingen mengontrol kegiatan anggota yang tersebar dalam 11 titik dan memberikan laporan kepada atasan yakni Kopertis 3 beserta mentor terkait dengan kondisi peserta di lapangan.
Saya memberikan semangat kepada mereka yang merasakan ketidakcocokan dengan tempat baru. Keuntungan lainnya, kami menguasai bahasa Melayu, yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Kontingen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, Laos, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, dan Tiongkok sebagai rekan kerja ASEAN. Mereka datang dengan kompetensi mereka masing-masing dan berkolaborasi.
Seberapa efektif kegiatan-kegiatan sosial kamu bagi masyarakat?
Sebenarnya susah diukur, apakah tepat guna. Tapi, kami lakukan berdasarkan hasil studi lapangan, menyesuaikan dulu apa yang mereka butuhkan, bukan yang kami inginkan.
Melihat kebutuhan tersebut, kami membuat analisis manajemen dan kerangka kerja yang disempurnakan dengan dasar kompetensi yang dibutuhkan. Kami membuat sarana prasarana umum, seperti taman, jalan, gerbang kampung, pengecekan kesehatan sederhana, dan lain lain.
Agenda lain ingin kamu capai?
Saya diproyeksikan akan memimpin kegiatan KKN skala nasional di Pontianak pada 2019.
Yang jelas saya juga ingin menyelesaikan studi bidang finance, mudah-mudahan saya bisa meneruskannya ke luar negeri, spesifik pada saham, juga mengambil beberapa lisensi keahlian.
Di luar kegiatan sosial dan kuliah, kamu juga terlibat di bidang saham, ya?
Saham, cukup menarik, banyak yang terluka. Saham itu investasi, seperti kamu membeli emas, ada untung dan rugi, pun seperti membangun usaha patungan. Tidak ada yang bisa membunuh pasar, terjadi kompleksitas dan membutuhkan analisais mendalam.
Ini butuh kesabaran dan kecermatan, ini membuat saya tertantang. Sesungguhnya kita bisa menikmati keuntungan dari setiap perusahaan tanpa harus investasi besar. Be smart without having to bleed.
Bagaimana dengan keuntungannya?
Regulasinya lengkap, dari Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, bahkan Majelis Ulama Indonesia. Jadi, tidak perlu takut untuk bermain saham karena telah dilindungi negara dan lembaga agama. Hanya bagaimana kita menggunakan sekuritas yang bisa dipercaya sehingga melindungi dari kasus penipuan. Keuntungan saya tidak banyak, kadang 5%, 10% atau 20%. Tapi, saya dulu bisa rugi sampai 75% karena bermain tanpa mentor, modal nekat tanpa dibarengi pengetahuan yang mumpuni.
Tapi, saya tidak patah semangat, kerugian itu adalah harga yang dibayar atas proses pembelajaran. Saya mengatasinya dengan manajemen portofolio. Saya mengupayakan tidak tamak, jika dirasa cukup, langsung menjualnya sesuai perhitungan matang
Adakah hubungan antara kegiatan saham dan aktivitas sosial?
Ketika saya bisa menghasilkan lebih, saya sebisa mungkin mengalokasikan sebagian, pada yang sifatnya sosial, baik langsung maupun lewat perantara.
Bagaimana kiat kamu mengelola waktu?
Tetap memprioritaskan belajar, waktu kosong saya isi dengan kegiatan organisasi dan kegiatan lain yang telah dijadwalkan sebelumnya sehingga meminimalisasi ketidakcocokan planning dan eksekusinya. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved