Dongeng Kejutan tentang Keseharian Kita

FATHURROZAK
05/8/2018 00:35
Dongeng Kejutan tentang Keseharian Kita
(MI/FATHURROZAK)

DI hadapan para Sobat Medi yang sangat bersemangat, Kak Kanya dan Kak Dandi menjadi pendongeng. Mereka membawakan cerita Tokek yang tidak bisa tidur. Selain bercerita, mereka berdua juga membawa gitar juga ukulele untuk menghidupkan cerita. Teman-teman kita yang sudah berkumpul sejak pukul sembilan pagi itu pun semakin antusias seusai mendengar dongeng.

Mereka berkreasi secara berkelompok. Setelah cat dan apron dibagikan, Sobat Medi mulai memulas kantong pensil atau pouch dengan berbagai motif. Ada yang berbentuk bunga, buah, bahkan berimprovisasi sendiri. Mereka pun dibebaskan untuk memilih warna. Tidak cuma warna dasar, tetapi bisa mencampurnya agar lebih indah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Dongeng Kejutan dari Ayo Dongeng Indonesia bersama Ganara Art Space, sebagai rangkaian perayaan Hari Anak Nasional beberapa waktu silam. Nah, cerita yang didongengkan pun enggak cuma satu, tetapi ada beberapa dongeng, termasuk cerita Made dan Empat Sahabatnya karya Pak Raden.

Seperti namanya tuh, Sobat Medi, dongeng itu merupakan cerita dadakan. Jadinya, ya, para kakak pendongeng pasti akan banyak menemukan kejutan saat mendongeng ya, termasuk melakukan improvisasi pastinya karena dadakan. Untungnya kakak-kakak pendongeng bisa menghibur Sobat Medi nih, hehe. “Ini tahun ketiga kerja sama bareng Ganara.

Mereka punya tujuan yang sama dengan Ayo Dongeng Indonesia. Kali ini Ganara membuat lokakarya membuat pouch gratis untuk anak-anak yang hadir di acara ini,” cerita Kak Sri Mulyani, koordinator program Dongeng Kejutan Ayo Dongeng Indonesia.

Gratis di tempat umum
Dongeng Kejutan ini memang biasanya didongengkan di tempat-tempat publik dan pastinya gratis ya, Sobat Medi. Salah sat yang datang beramai-ramai bersama teman-temannya ialah Anastasya Wahyu Ramadhani. Dia datang bersama temanteman Rumah Belajar Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Tasya diajak kakak-kakak pengajar di rumah belajar untuk ikut dalam keriaan ini.

Kak Andhika Willy Satrio, yang menemani Tasya bersama teman-temannya, mengaku merasa senang, ada komunitas yang mengajak anak-anak untuk berkegiatan. Menurut Kak Willy, di Jakarta juga masih minim ruang bermain dan berekspresi anak. “Sebenarnya agak prihatin ya, karena di Jakarta sendiri, kota besar, ada beberapa segmen masyarakat yang belum bisa merasakan nyamannya pendidikan.

 Ya, saya bersama teman-teman mencoba mendampingi anak-anak untuk belajar nonformal, kita have fun, dan antusias dari anak-anak ini sangat besar,” cerita Kak Willy seusai mengikuti kegiatan Dongeng Kejutan, di Ganara Art Space, Kemang Jakarta Selatan, Sabtu (28/07).

Salah satu cara Kak Willy dan temannya di Rumah Belajar Menteng Dalam, ya mengajak anak-anak berkegiatan di luar, seperti datang ke acara Dongeng Kejutan. Kak Willy yang bekerja di agensi periklanan ini pun berharap dalam momen Hari Anak Nasional, pemerintah bisa banyak memberi ruang untuk anakanak kalangan menengah ke bawah, seperti perpustakaan, buku bacaan, yang bisa diakses secara gratis.

Makin pintar dan akrab
Saat mendengar dongeng dan proses berkreasi beberapa waktu lalu itu pun, Sobat Medi juga ditemani ayah dan bundanya, lo. Wah, jadi senang ya, punya waktu bersama. Nah, menurut salah satu pendiri Ayo Dongeng Indonesia, Kak Nina Samidi, kebersamaan antara ayah bunda dan anak-anak itu sangat penting, lo. “Kita sangat mendukung orangtua mendongeng untuk anak-anaknya agar tercipta hubungan emosional psikologis. Tidak harus dari buku atau cerita rakyat ya, dari keseha rian pun akan membangun interaksi
istimewa. Mereka merasa dilibatkan, dan mendengarkan dongeng itu sangat menyenangkan. Dari situ akan menciptakan ikatan kuat,” ungkap Kak Nina.

Kreatif di Ganara
Di Ganara, di sini ternyata ada arena bermain anak lo, Sobat Medi. Di playground milik Ganara, Sobat Medi bisa menjumpai beberapa permainan yang akan membantu tumbuh kembang kita nih, baik dari segi mot o - rik, nalar, maupun daya imajinasi, di antaranya, ada fasilitas sensory board, lacing board, dan arena teater.

“Seni sangat berpengaruh terhadap pola kembang anak. Contohnya di sensory board, mereka bisa rasakan warna dan tekstur karena usia perkembangan masih butuh eksplorasi semua indra. Jadi tahu ini kasar, halus. Nah, di saat perkembangan anak yang tidak terpapar dengan hal seperti ini, akan merasa jijik. Ada pengaruhnya ke perkembangan anak,” kata kak Sylvia Meydiana yang merupakan Manajer Junior Ganara Art Space. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya