Isha Hening Keasyikan Jadi Visual Jockey

Fathurrozak
01/8/2018 08:05
Isha Hening Keasyikan Jadi Visual Jockey
Visualisasi video mapping Monas saat hitung mundur Asian Games 2018, beberapa waktu lalu.(Youtube)

SEMBURAT biru memulas cawan hingga merambat ke tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, Selasa (31/7) malam. Selepas itu muncullah potongan gambar bunga-bunga Argan, yang sesekali menyelip dalam motif tribal bernuansa psycedhelic. Demikianlah cara Isha Hening menghias Monumen Nasional lewat aksi video mapping-nya.

Isha Hening merupakan salah satu perempuan yang dianggap mumpuni soal video mapping atau profesi visual jockey (VJ). Karena itu, ia pun mendapat apresiasi Perempuan Berdaya Indonesia dari produsen pembersih rambut Head & Shoulders, bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  desainer Ghea Panggabean, dan penyanyi Yura Yunita.

Dalam karyanya kali ini, ia diminta untuk menampilkan visi perempuan berdaya, lewat interpretasi bunga Argan, yang juga menjadi motif koleksi desain Ghea Panggabean. Diakuinya, ini menjadi karya kedua setelah kolaborasinya dengan para visual jockey (VJ) di hitung mundur Asian Games 2018, beberapa waktu lalu.

"Prosesnya enggak terlalu sulit, bentuk daunnya (Argan) udah cantik. Jadi enggak ada masalah," ungkapnya saat ditemui seusai acara.

Perempuan lulusan desain komunikasi visual (DKV) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun mengaku kini profesi VJ beberapa tahun belakangan mulai ramai. Menurutnya, itu karena dulunya peralatan VJ masih susah didapat. Menurutnya, profesi VJ erat kaitannya dengan teknologi.  Rajin cari info dan teknik terbaru adalah suatu keharusan.

Perempuan yang pernah berkolaborasi dengan beberapa DJ internasional seperti DJ Snake, mendiang Avichii, dan beberapa musisi Indonesia seperti Raisa, dan RAN ini pun pun mengaku punya karakter yang mengidentikkan dirinya. "Kebanyakan karyaku surealis, sedikit psycedhelic," ujarnya sembari berkelakar.

Psychedelic adalah sebuah aliran seni yang ngehits pada periode 1960-1975. Aliran ini muncul dipelopori oleh anak-anak muda yang menganut gaya hidup hippies.

Awal perkenalan Isha kepada dunia VJ adalah saat dirinya ada di semester akhir kuliahnya, 2007 lalu. Saat itu, ia mengerjakan penyuntingan video sebagai pekerja lepas. "Nah, suatu hari ada yang butuh motion graphic. Jadi keterusan sampai sekarang," tuturnya. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zubaedah Hanum
Berita Lainnya