Aplikasi Layanan Bidan Juarai Samsung Inkubasi Startup

Ardi Teristi Hardi
30/7/2018 08:15
Aplikasi Layanan Bidan Juarai Samsung Inkubasi Startup
(MI/Ardi Teristi Hardi)

MEDICINE Online Indonesia (MOI), aplikasi layanan kesehatan dari Medan, menjadi juara pertama dalam Global Startup Acceleration Program (GSAP). Berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada 23-27 Juli 2018, kegiatan inkubasi perusahaan rintisan (startup) ini digelar oleh Samsung Electronics Co Ltd.

MOI merupakan aplikasi yang membantu masyarakat dalam memperoleh tenaga bidan yang terlatih. Saat ini, aplikasi baru bisa digunakan di Medan itu terhubung dengan  102 bidan.

"Kami membuat ini untuk meningkatkan kualitas, meningkatkan kesejahteraan, dan memberi pekerjaan bagi para bidan," kata Kristina Sembiring, Pendiri sekaligus Pemimpin Perusahaan MOI. Ia melihat selama ini tiga hal tersebut penting karena selama ini kesejahteraan para bidan masih rendah.

Sebelum merekrut para bidan, MOI memberi mereka pelatihan khusus agar sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Selain di Medan, rencananya dalam waktu dekat, MOI akan merekrut bidan dan membuka layanan di Jakarta.

Tempat kedua dan ketiga jawara GSAP masing-masing ditempati olah Majapahitech dan Ailesh Power.co. Majapahit tech bergerak di bidang teknologi pengaman  kendaraan dengan sistem Internet of Thing (IoT), sedangkan Ailesh Power Co bergerak pada energi ramah lingkungan dari cangkang kelapa sawit.

Jae Hoon Kwon Presiden Samsung Electronic Indonesia menjelaskan, GSAP bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, terutama generasi  muda Indonesia untuk lebih produktif berkarya.
"Harapan selanjutnya tentu agar bisnis mereka dapat membuka lebih banyak  lapangan kerja, memperkuat ekonomi negara, dan mendukung misi pemerintah  dalam menghasilkan 1000 startup digital di tahun 2020," katanya.

GSAP 2018 melibatkan 32 relawan Samsung dari Korea Selatan sebagai mentor. Mereka membimbing 23 tim startup terpilih dengan 63 peserta. Tiga startup terbaik di Indonesia ini seanjutnya berkesempatan mengikuti kegiatan serupa berskala Asia Pasifik dan Oceania yang diikuti oleh India, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Hari Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai, GSAP dapat membantu membangun startup Indonesia memiliki pondasi  yang kuat. "Saya percaya, startup Indonesia dapat menjadi world class dengan melakukan kolaborasi antarnegara, inkubator, dan mentor internasional," pungkas dia. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya