Edu Art Inspirasi Seni dari Para Pendidik

Agus Utantoro
27/7/2018 19:05
Edu Art Inspirasi Seni dari Para Pendidik
Expose Edu Art Action, Karya yang ditampilkan harus memiliki nilai mendidik di Taman Budaya Yogyakarta dari 25 Juli hingga 30 Juli 2018.(MI/Agus Utantoro)

RATUSAN alumnus sekolah kejuruan kesenian yang tersebar di berbagai kota di Indonesia memamerkan hasil karya seni rupa mereka dalam pameran bertajuk Expose di Taman Budaya Yogyakarta, mulai Rabu (25/7) hingga Senin (30/7) nanti.

Para seniman itu sebagian besar lulusan dari Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI), Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) dan Sekolah Menengah Kesenian Negeri (SMKN). Meski lulusan sekolah kejuruan, profesi mereka kini beragam. Tidak hanya guru atau seniman, tapi juga wirausahawan, dokter umum bahkan dokter hewan.

Yang ditampilkan dalam pameran itu tidak hanya karya lukisan, tetapi juga patung, kriya, grafis dan sebagainya. Direktur Edu Art Forum, Mahyar Suryaman mengatakan, karya seni mereka harus bersifat edukatif dan tidak melanggar etika maupun tata susila.

"Tujuan pameran ini adalah menjadi ajang silaturahmi dan sekaligus mewadahi hasrat para guru kesenian dan pekerja seni lainnya untuk memamerkan karyanya serta meningkatkan apresiasi seni di kalangan murid dan masyarakat," katanya, ditemui saat pembukaan pameran.

Mahyar menegaskan kegiatan ini dapat dimaknai sebagai peluang bahwa sesungguhnya pamong punya potensi sebagai pekerja seni yang karya-karyanya tidak kalah dengan seniman profesional.

Praktisi seni dan dosen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Warli Haryana mengatakan, ajang ini menunjukkan bahwa berkesenian adalah sumber inspirasi yang dapat ditularkan melalui proses pendidikan.

Ia menambahkan, meski berada di tahun-tahun politik, kekaryaan murni tanpa pengaruh secara mendalam dan tidak melulu membahas perpolitikan tetapi lebih asyik dengan dengan pengalaman alam sekitar maupun kehidupan masyarakat yang diramu dengan teknik dan media rupa. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zubaedah Hanum
Berita Lainnya