Tim BeeHive Drone Wakili RI di Final Imagine Cup World
Fathurrozak
27/7/2018 08:05
(Microsoft)
TIM BeeHive Drones dari University of Manchester mewakili Indonesia di ajang Imagine Cup World 2018 di Redmon, Washington, Amerika Serikat.
Mereka membawa teknologi sistem drone yang dapat diakses dari aplikasi mobile, sebagai solusi pertanian yang presisi bagi para petani. Sistem ini dirancang untuk melakukan analisis pertanian dan pekerjaan agrikultur, serta memudahkan penggunaan drone melalui situs web atau aplikasi seluler.
"Kami merasa bangga dan terhormat dapat mewakili Indonesia dalam final dunia Imagine Cup 2018. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Badan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pertanian RI dan Microsoft Indonesia. Rencana kami dalam waktu dekat ini ialah untuk memperkenalkan teknologi drone kami ke berbagai perkebunan dan perusahaan agrikultur,” jelas Albertus Gian, CEO BeeHive Drones, dalam rilisnya, Kamis (26/7) malam.
Ajang itu diikuti 49 tim pelajar dari 33 negara. Walaupun tidak
memenangi kompetisi, Albertus mengatakan, pihaknya sudah terhubung dengan beberapa klien potensial di berbagai bidang seperti sistem pengantaran, dan sistem komunikasi. Jadi, tidak hanya terbatas di sektor perkebunan dan agrikultur saja.
Dalam ajang itu, Tim smartARM dari Kanada tampil sebagai pemenangnya. Imagine Cup ke 16 adalah kompetisi teknologi pelajar terkemuka di dunia, para pelajar dari berbagai belahan dunia bersatu untuk memecahkan masalah terbesar di dunia dengan teknologi.
Tim smartARM asal Canada memenangi penghargaan utama dengan teknologi tangan prostetik robot fungsional mereka yang didukung Microsoft Azure. Tangan prostetik tersebut dilengkapi kamera di telapak tangannya, untuk membantu mengenali objek dan memperkirakan kekuatan genggaman yang paling tepat.
Dengan bantuan teknologi seperti pembelajaran mesin dan computer vision, lengan ini dapat menjadi lebih fungsional karena terus belajar dan menangkap lebih banyak data.
Di samping hadiah uang tunai US$85ribu dan paket Azure seharga US$50 ribu, Tim dari Kanada juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi mentoring dengan CEO Microsoft Satya Nadella.
Tahun ini, 8 tim dari wilayah Asia Pasifik masuk ke dalam semi-final, yang menjadi jumlah terbanyak dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain. Dalam kompetisi Imagine Cup edisi ke 16 ini, Microsoft menambahkan tiga kategori penghargaan khusus untuk menjawab tantangan transformasidigital saat ini yaitu, Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Mixed Reality.
Tim Sochware dari Nepal menawarkan solusi yang dirancang untuk membantu petani mengidentifikasi penyakit tanaman, menyarankan strategi mitigasi, terhubung dengan para ahli, dan diperbarui dengan temuan pertanian baru-baru ini untuk memastikan panen yang lebih sukses. Mereka berhasil menjadi juara kategori AI.
Sementara, untuk kategori Big Data digondol tim DrugSafe asal India, yang mengusung sistem validasi obat holistik menggunakan teknologi yang dibangun di atas big data, untuk menginformasikan pengguna jika obat tertentu aman untuk digunakan.
Untuk kategori Mix Reality dimenangi tim asal AS dengan platform AR/VR yang didesain bagi teknisi untuk “diteleportasi” ke dalam ruang kerja saat diperlukan.Setiap pemenang tim di atas mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$15 ribu dan paket Azure senilai US$30 ribu untuk meningkatkan usaha mereka ke depannya. (M-4)