Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 23 perupa kenamaan di Tanah Air mencoba menghadirkan sisi kesederhanaan dan kesahajaan mereka dalam pameran bertajuk Redraw III : Ugahari mulai 25 Juli hingga 5 Agustus 2018 di Edwins Gallery, Jakarta Selatan.
Mereka yang berpartisipasi di antaranya, Anton Subiyanto, Citra Sasmita, Farhan Siki, Jumaldi Alfi, Kemalezedine, Marishka Soekarna, Nasirun, dan Ugo Untoro.
Secara bahasa, Ugahari berarti sedang, pertengahan, dan sederhana. Sedangkan dalam pameran ini, Ugahari diartikan sebagai upaya untuk melihat esensi kesederhanaan dalam konteks drawing atau gambar. Garis, bentuk, dan warna dalam ungkapannya yang paling sederhana sebagai elemen-elemen utama yang muncul dalam praktik menggambar.
Gambar dimengerti sebagai sebuah proses kerja artistik di atas kertas. Dalam kerangka yang lebih luas, gambar merujuk kerja artistik pada bidang dwimatra dengan menggunakan elemen dasar seperti garis, bentuk, warna, dan ruang. "Jadi, Ugahari ngomongin kesederhanaan, kebersahajaan, tentang sesuatu yang ada di tengah-tengah, sesuatu yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu konseptual, bukan juga mendasar, tapi apa yang dekat dengan keseharian seniman," terang kurator Leonhard Bartolomeus kepada Media Indonesia, kemarin.
Setiap perupa punya tangkapan tersendiri dalam merespon tema ugahari, Citra Sasmita misalnya, ia menyajikan 4 panel masing-masing berukuran 80x60cm dalam judul Still Life (2018). Citra coba menghubungkan spiritualitas dengan keseharian perempuan. Ia memakai simbol-simbol alam misalnya, simbol kaktus yang lebih maskulin dan logosentrisme. Ia juga mengambarkan bagaimana sistem patriarki bekerja lewat kaktus. Citra juga memakai simbol yang dibabar dari tanaman lidah mertua yang cenderung bersifat feminim.
"Aku benar-benar memakai simbol alam, sebagai representasi tubuh. Bukan hanya tubuh yang menggalami pengalaman, tapi tubuh yang menggalami sebuah nilai," jelas Citra.
Dalam pameran kali ini, banyak seniman yang muncul lebih segar dengan sesuatu yang baru. Sebutlah Gilang Nuari yang biasa memakai pulpen malah memakai akrilik. Yudha Sandy yang tadinya berkarya dengan komik dan ilustrasi muncul dengan pendekatan terhadap medium kain. Restu Ratnaningtyas yang biasa membahas isu domestik, kali ini mengangkat konteks perjuangan petani di Kulon Progo.
Pameran Redraw sebelumnya berbicara teknis, misal Redraw I membicarakan elemen-elemen visual yang paling mendasar. Sedangkan Redraw II mendasarkan pada drawing atau menggambar sebagai metode penciptaan ataupun penemuan sebelum menciptakan sesuatu. Pada Redraw III, drawing diarahkan pada kesederhanaan dan dekat dengan seniman. (M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved