Jakarta Modest Fashion Week Hadirkan Desainer 13 Negara

Suryani Wandari
23/7/2018 18:15
Jakarta Modest Fashion Week Hadirkan Desainer 13 Negara
Model memeragakan salah satu koleksi yang akan ditampilkan di Jakarta Modest Fashion Week, 26 -29 Juli 2018 di Gandaria City.(MI/ Rommy Pujianto)

BEBERAPA kali sukses diselenggarakan di beberapa negara seperti Istanbul, London dan Dubai, kini Modest Fashion Week tiba di Jakarta. Berlangsung 26 -29 Juli 2018, event bernama Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) ini digadang-gadang akan menjadi Modest Fashion Internasional terbesar di Asia.

Jaminan itu disinyalkan penyelenggara, Think Fashion dan Markamarie Creative, dengan menghadirkan desainer dari 13 negara. Selain dari Indonesia, para desainer datang dari Rusia, Kanada, Australia, Jepang, Turki, Jordan, Oman, Kyrgystan, Singapura, Malaysia, Austria dan Uni Emirat Arab.

Desainer dan rumah mode tuan rumah yang ambil bagian di acara yang berlangsung di Gandaria City, Jakarta Selatan, diantaranya adalah Dian Pelangi, Khanaan Shamlan, Kami Idea, Nys.co feat Hannie Hananto, hingga brand hijab yang populer di penjualan daring, Button Scraves.

Franka Soeria, Founder Modest Fashion Weeks Global menjelaskan bahwa koleksi yang ditampilkan bukan hanya untuk perempuan berhijab. Sesuai dengan nama acara, konsep busana yang mereka usung adalah busana santun dan, tentunya stylish.

" Nantinya akan hadir penikmat fesyen dari 21 negara. Mereka bukan hanya sekedar melihat tapi brlajar perspektif Indonesia mengenai busana modest. ," kata Franka dalam konfrensi pers beberapa waktu lalu.

Komunitas Disabilitas

Bukan sekadar perayaan fesyen, JMFW juga membawa pesan kepedulian sesama dengan menggandeng komunitas tuna wicara dan tuna rungu. Lewat program Dream and Desain for Disabilities support by Indonesia 2018 Asian Para Games X JMFW, Franka menyebutkan jika pihaknya mengajak serta 20 penjahit tuli dan bisu dari seluruh Indonesia untuk ikut berkarya.

"Selama ini kita menganggap fashion itu ekslusif, padahal fashion milik semua orang. Mereka pun punya potensi namun selama ini mereka sulit untuk mendapatkan pesanan jahitan," kata Franka.

Para penyandang disabilitas itu mendapatkan pelatihan hingga dapat menyajikan karya terbaik. Selanjutnya karya tersebut ditampilkan di JMFW dibayah payung satu brand dan dapat dibeli langsung oleh para pengunjung acara. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya