Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPINTAS memang tidak ada beda dengan bela diri lain. Pemanasan pada awalnya lalu berlatih menendang sebuah target (target kick). Seorang memegang target lalu yang lain menendang. Begitu saja secara bergantian.
Namun itu hanya awal, setelah mereka selesai melakukan gerakan ringan, barulah mereka masuk di gerakan. Tubuh mereka seolah menolak tunduk pada hukum alam.
Beberapa langkah setelah itu gerakan ala tricking pun nampak. Mereka menendang, membalik, dan memutar tubuh di udara. Tubuh mereka sangat fleksibel. Semua itu membutuhkan pemasanan yang cukup. Begitulah, Komunitas Tricking Jakarta menggawali latihan rutin mereka di GOR Rawamangun (14/7).
Tricking merupakan salah satu bentuk ketangkasan yang memiliki seni gerak yang sangat unik, yakni permainan tendangan dan digabung dengan seni akrobatis. Tricking berawal dari Xtreme Martial Art. Tricking menggabungkan berbagai gerakan bela diri, seperti taekwondo, capoeira, parkour, dan wushu yang dipadu dengan seni gerak lain, seperti gimnastik, akrobatik, ataupun breakdance.
Gabungan gerakan tersebut menghasilkan gerakan baru yang berhasil mengundang decak kagum.
"Asal terbentuk dari Xtreme Martial Art. Jadi, di situ dia ada pakem, sama kayak bela diri lain, cuma bedanya bukan buat fighting, tapi lebih ke artistik gerakan. Tapi lambat laun moderinsasi, akhirnya jadi gak semua dari Martial Art," terang Ketua Indotricking, Leto Rachmat Firdaus, 23, yang saat itu hadir di latihan Tricking Jakarta.
Indotricking adalah wadah komunitas tricking yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Para pelaku gerakan tricking (tricker) biasanya mengawali dengan gerakan kombinasi gerakan dari berbagai macam jenis bela diri yang disusun menjadi satu rangkaian gerak. Hasilnya muncul rangkaian gerakan dari moon kick, front flip, round or back flip, dan twist.
"Jadi, kita harus ada serangkaian gerakan itu baru bisa disebut tricking," tambahnya.
Oleh karena itu, pola latihan Jakarta Tricking juga disusun sedemikian rupa dari dasar. Setiap kali latihan, mereka mengawali dari latihan tendangan untuk lebih menguatkan kemampuan kaki. Semua anggota mengikuti proses tersebut. Sebab pendasaran itu juga penting bahkan untuk anggota yang telah mempunyai dasar bela diri.
"Setiap hari itu kita ada basic. Basic-nya itu tendangan, ada front kick, round kick, hook kick, 360 kick, ada 540 kick. Dari 540 kick ke atas itu sudah tendangan yang wow," terang Instruktur Tricking Jakarta, Taqi Fawwaz Albattani.
Setelah itu, barulah para anggota dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama untuk belajar gerakan lain yang lebih kompleks, seperti roll, cartwheel, ataupun butterfly. Barulah setelah itu mereka diajarkan combo, yakni gabungan dari tendangan dan gerakan.
"Tricking itu gak jauh dari namanya combo. Combo tricking itu dalam setiap gerakan harus ada kick, flip, dan twist," tegas Fawwaz.
Saat ini, Tricking Jakarta punya anggota sekitar 60 tricker. Generasi pertama tricker bisa diturut pada 2004.
Lebih Modern
Kemunculan tricking di Indonesia masih cukup susah ditebak karena tricking masuk ke Indonesia tidak terfokus pada satu daerah atau satu komunitas. Sebab rata-rata penggelut olahraga ini mendasarkan diri pada internet atau tutorial Youtube.
"Jadi, di daerah lain juga sudah mulai bangun. Ibaratnya dulu tidak semua orang punya akses internet. Jadi, gak tertebak nih siapa? Tiba-tiba nanti sudah jago saja baru ketahuan kalau mereka latihan. Jadi, tidak bisa dibilang kalau Jakarta yang pertama, gak bisa juga dibilang pertama dari Yogyakarta, gak bisa pertama dari Kalimantan," tegas Leto.
Menurut Letto, saat ini tricking di Indonesia mempunyai karakter khas sesuai dengan wilayah. Artinya, tricker dari satu daerah mempunyai kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan wilayah lain. Begitu pula sebaliknya. Sebab perkembangan tricking yang lebih bisa mewadahi kreativitas, tanpa harus patuh pada peraturan yang mengikat.
"Jadi, sekarang tricking lebih modern, jadi gak seperti dulu. Kalau dulu lebih kayak Martial Art-nya lebih tegas, kalau sekarang lebih banyak yang main twist, putaran, style," terang Leto.
Keunikan dari rangkaian gerak itulah yang menjadikan banyak orang tertarik dengan tricking. Salah satu contohnya ialah Firdaus Dimas, 23, yang bergabung sejak empat bulan lalu.
"Unik saja sih karena ada seni tendangan taekwondo, seni akrobatiknya juga ada, terus juga ada tandangan yang muter-muter. Jadi lebih menarik," terang Dimas.
Meski lekat dengan gerakan bela diri dan aktobatik, Tricking Jakarta tidak mensyaratkan calon anggotanya untuk memiliki dasar bela diri. Tidak ada kriteria khusus yang dibutuhkan untuk belajar tricking, seperti Dimas yang mengaku tidak mempunyai dasar bela diri, ia hanya mengandalkan keseriusan untuk belajar tricking.
"Gak ada basic sama sekali, nekat saja," terus Dimas.
Lain halnya dengan Ihromi Al Azziz, 26. Ia lebih mudah beradaptasi dengan tricking dengan dasar bela diri karate dan wushu. Hal itu menurutnya membedakan antara anggota yang belum memiliki dasar dan sudah memiliki dasar bela diri. Anggota yang sudah memiliki dasar bela diri, sudah cukup punya kemampuan untuk masuk ke gerakan free style.
"Jelas beda banget. Kalau, misal, gak punya basic, memang dari awal banget, dari nol. Kita asah dari skill kaki, baru lompatan, baru ke free style-nya kayak flip, salto," terang Romi telah yang bergabung sejak 2016.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved