Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERPEGANG pada prinsip kere hore, nyatanya memang tidak mudah.
Sebagai pehobi audio, para anggota komunitas Audio Kere Hore mengaku selalu tergelitik untuk memiliki audio-audio terbaru atau setidaknya meningkatkan set-up audi mereka.
Di antara mereka pun dikenal istilah 'keracunan' yang menggambarkan keinginan memiliki untuk setup audio lain yang biasanya lebih tinggi harganya. "Kalau kita terus-terusan, maunya lebih tinggi, lebih tinggi. Duitnya kan lebih gede, lebih gede," ujar Denny Jonathan, 52, sembari memperagakan dengan gerakan tangan.
Mereka pun harus pandai-pandai untuk menyiasati agar kantong mereka tidak jebol. Hal itu disebabkan bagi mereka yang mudah 'keracunan' akan cenderung membeli set earphone, headphone, dan headset (atau disebut cans) setiap minggu. Belum lagi jika barang yang diinginkan berharga tinggi.
"Kalau beli tergantung. Kalau lagi keracunan bisa seminggu sekali. Tapi kalau mau niat lagi, racunnya kuat dan harganya juga mantap. Menabungnya dikencangkan dengan cara menjual yang lama," ujar Antonius Ronald Wiradwisatria Dantjie, 21.
Untuk mengerem keinginannya mempunyai audio mahal, Denny biasanya mengulang proses hobi audionya dari awal. Dari yang biasa mendengarkan musik dengan peralatan audio yang berkualitas tinggi, ia kembali mendengarkan musik dengan peralatan audio yang paling murah. Lalu meningkat, hingga pada suatu titik, ia mengulang lagi dari bawah. Hal itu dilakukan agar ia tidak tergoda untuk membeli peralatan audio yang lebih mahal.
"Makanya harus diset ulang," terang Denny yang mengaku mempunyai headphone seharga 8 juta.
Jika tidak ingin membeli baru, masih ada cara lain untuk meningkatkan kualitas suara dari cans yang sudah dimiliki, yakni dengan building ulang ataupun tuning ulang.
Mereka juga bisa membangun lagi cans dengan mengganti kabel dan jack, sedangkan driver (kepala cans) dibiarkan. Dengan cara itu, harga earbud di bawah Rp100 ribu pun bisa memiliki kualitas sekelas earbud yang berharga Rp1 juta.
"Mereka ganti kabel, recab, reterminate. Itu suaranya jadi gila, keren banget. Itu mungkin bisa seharga dengan merek lain seharga Rp1 juta, Rp2-1 juta, 4juta. Itu kalau aku menilai ya," terang Iwan.
Murah tidak selalu berarti murahan. Warga AKH membuktikan bahwa masih banyak peralatan audio berharga murah yang kualitasnya tidak boleh dianggap remeh. Barang semacam itu seringkali lepas dari pengamatan. Alhasil mereka juga harus rajin berburu untuk menemukannya. Namun, itu ialah pengorbanan yang sesuai untuk kepuasan mendegarkan musik.
"Ini sudah jadi kebutuhan sih karena hidup tanpa musik itu ibarat makan tanpa sayur," pungkas Iwan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved