Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKOR yang memanjang mendominasi kebaya-kebaya pengantin dalam pergelaran busana Kama Asmara di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Berlangsung Jumat (29/6), kebaya model ini dikeluarkan rumah mode Aluira, Fitri Alamsjah dan Rumah
Kebaya.
Salah satu koleksi Aluira ialah kebaya bergaya modern dengan kerah sabrina dan bawahan menggunakan bahan polos bernuansa broken white. Material kebaya berikut hingga ekornya yang menyapu lantai berupa tile dengan payet kecokelatan yang membentuk pola ranting-ranting. Kesan modern makin lengkap dengan aksen ikat pinggang kecil.
Nyatanya kebaya tersebut tidak hanya memiliki satu tampilan. Ekor yang berpangkal dari pinggang dapat dicopot, maka tampilan kedua busana itu ialah gaun malam. “Kesan mewah dan glamor dengan ekor menjadi pembeda pengantin dengan yang lainnya. Ekor ini pun bisa dibuka dan dipakai saat pesta malam,” kata Desainer Aluira, Liza Aluira. Ia menjelaskan, konsep kebaya dengan ekor lepas-pasang itu demi mengakomodasi minat masyarakat terhadap unsur tradisional.
Di sisi lain, pasangan masa kini juga ingin tetap menunjukkan nuansa modern. Tidak hanya itu, para pengantin juga ingin tampil mewah, tetapi tetap cermat dalam budgetin. Maka kebaya multifungsi ini dapat membuat pengatin seolah memiliki dua busana.
Pengantin yang memilih akad nikah atau pemberkatan yang simpel dapat menggunakan gaya dress di kesempatan itu. Sementara itu, tampilan ekor yang ekstravaganza dikenakan saat berdiri di pelaminan. Ini pula yang terlihat dari kebaya bermaterial beledu hitam dengan sulaman benang emas yang cukup rumit. Meski kebaya ini lebih kental nuansa tradisional, apalagi ditambah padanan kain batik, bagian ekor tetap bisa dilepas. Konsep itu pun menjadi sangat efisien untuk akad nikah hingga resepsi. Pengantin tidak perlu memiliki dua kebaya dan sekaligus tampilan dari kedua prosesi itu bisa sangat senada. Jika tampilan dress tidak digunakan pada pernikahan, busana itu tetap menjadi
perbendaharaan gaun yang dapat dikenakan di kesempatan lain. Hal itu pula yang dikatakan Liza ketika banyak yang diinginkan kliennya. “Banyak orang yang ingin memakai kebayanya lagi selain di hari pernikahannya, kita siasati dengan kebaya selutut beserta ekor yang bisa dicopot,” kata Liza.
Luwes
Konsep tradisional, tetapi masih tetap bisa dipakai di dua acara berbeda ditampilkan pula oleh Fitri Alamsjah. Koleksi bertajuk Cultural Diversity ini menampilkan dua kebaya dari budaya berbeda, yakni Sunda dengan kebaya panjang warna putih dan kebaya Minangkabau berwarna biru dengan brokat di bagian atas dan beledu di bagian bawahnya.
Dalam konsep Fitri tampilan berbeda bukan dengan mencopot ekor kebaya, melainkan kebaya dikenakan tanpa perhiasan kepala Suntiang Gadang. Ketika aksesori itu dilepaskan tampilan kebaya akan lebih luwes.
Ini dikarenakan potongan ekor sebenarnya tetap simpel meski menjuntai. Ekor tersebut juga tidak menggunakan banyak lapisan bahan sehingga tidak bervolume. Kesan semakin luwes juga dapat dimaksimalkan dengan memilih padanan kain yang sederhana tanpa payet dan perada.
Sementara itu, Rumah Kebaya menghadirkan kebaya berekor dengan model bukaan kutu baru. Ekor pada kebaya ini tidak dapat dilepaskan. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved