Jelajah Rumah Sakit, yuk!

Suryani Wandari
14/7/2018 23:20
Jelajah Rumah Sakit, yuk!
(MI/Wandari)

NGUING…nguing…nguing. Suara Nsirene dari dalam ambulans itu terdengar nyaring, mengaki- batkan beberapa pengendara jalan raya menepi dan membuka jalan.

Suara sirene ini memang fungsinya sebagai klakson, memperingatkan dan sebagai isyarat kepada pengguna jalan lainnya agar memberi jalan pada ambulans. Ya, kendaraan ini mengangkut pasien yang memerlukan tindakan darurat untuk diselamatkan. Cerita tentang fungsi ambulans itu didapatkan anak-anak peserta kegiatan Medical Team yang diselenggarakan Brawijaya Women & Children Hospital, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7).

Mereka memakai atribut dokter dan siap siaga menjalani pelatihan menjadi dokter kecil. Wah, seperti apa ya kegiatan mereka? Penasaran, kan, sobat! Yuk, ikuti Medi!


Cuci tangan yang benar

Dibuka dengan dongeng seru dari Kak Kiki Narendra, aktor fi lm yang juga menemani belajar, semua peserta tampak antusias mendengarkan kisah anak yang terluka karena jatuh, tapi takut diobati di rumah sakit. “Jika tidak diobati lukanya akan terinfeksi dan semakin parah, teman-temannya pun merayunya agar pergi ke rumah sakit,” kata Kak Kiki dalam dongengnya.

Namun, sobat, saat di rumah sakit, semua orang, termasuk dokter, perawat, dan pasien lain menyambutnya dengan ramah lo hingga akhirnya ia berani menjalani pengobatan dan berangsur sembuh. Para peserta ini pun aktif bertanya mengenai proses perawatan yang ada di rumah sakit nih. “Pengenalan dengan cara kegiatan Medical Team ini bertujuan mengedukasi anak-anak tentang dokter dan alat yang digunakan, agar mereka pun tak takut datang ke rumah sakit,” kata Kak Nita, Marketing Brawijaya Women & Children Hospital.


Mengobrol dengan dokter

Nah, agar semakin jelas, mereka pun bertemu langsung dengan dokter nih! Ada dr Reza Abdussalam, dokter anak Brawijaya Women & Children Hospital yang mengenalkan profesi dokter yang mempunyai tugas menyembuhkan pasiennya.

Menurut Kak Reza, pasien atau masyarakat perlu menjalankan perilaku hidup sehat agar terbebas dari ragam penyakit, contohnya cuci tangan yang benar karena terdapat banyak kuman ditangan. “Selalu gunakan sabun ya.

Pertama harus gosokkan kedua telapak tangan, kemudian juga punggung dan sela jari, jempol dan juga kuku,” kata Kak Reza. Lakukan ini setiap sebelum makan dan sesudah bermain ya sobat.

Selain itu, mereka melakukan konsultasi kepada dokter nih terkait kesehatan mata, lidah, tenggorokan, hingga telinganya.


Kenalan dengan ambulans

Tentang ambulans, para peserta berkenalan dengan timnya yang harus memiliki berkemampuan PPGD (pertolongan pertama pada gawat darurat) dan berkomunikasi. Mobil itu selalu diawaki satu perawat berkemampuan PPGD dan satu dokter berkemampuan PPGD atau ATLS/ACLS (advanced trauma life support/advanced cardiac life support).

Peralatan di dalamnya pun tentu harus terdapat kasur untuk berbaring pasien, lemari obat dan peralatan, tanda dari bahan pemantul sinar, serta playah setempat. Ada pula yang dilendegan tabung oksigen, suction pump manual, dan listrik 12 V DC, peralatan monitor jantung dan napas, alat monitor dan diagnostik, obat-obatan gawat darurat dan cairan infus, hingga sarung tangan.


Tur rumah sakit

Beralih ke kegiatan selanjutnya para peserta dibuat kaget setelah tirai salah satu ruangan di lantai 2 itu disibakkan. Di depan jendela kacara itu terdapat bayi baru lahir yang sedang tertidur. ''Wah lucunya,'' kata Naya.

Bayi perempuan dengan sarung tangan berwarna pink itu baru asja lahir duahari yang lalu, sedangkan bayi laki-laki dengan tanda sarung tangan berwarna biru itu baru lahir jam 06.00. "Memang pembedanya bisa dilihat dari sarung tangan. Jika laki-laki sarung tangannya biru sedangkan perempuan berwarna pink," kata salah satu perawat yagn sedang berjaga.

Ssstt...di sini kita tidak boleh berisik lo sobat. Ya, takut mengganggu adik bayinya. Mending pindah ke lantai lainnya saja yuk.

Rumah sakit yang dikhususkan untuk wanita dan anak ini rupanya punya cara lo agar anak-anak yang bisa dirawat bisa nyaman dan senang tanpa merasa beradea di rumah sakit. Dilantai 4 dan 5 misalnya, desain interiornya bertema Disney lo, seperti gambar Mickey Mouse, Donald bebek, Cars, hingga Frozen. Wih seru ya.

Nah sobat kalian juga tak takut datang berkonsultasi kesehatanmu ke rumah sakit dan bertemu dokter kan? Di Brawijaya suasananya mirip taman bermain daripada rumah sakit, ya, hi...hi... (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya