Game Director Veteran Mundur, Bagaimana Nasib Proyek Tergelap Assassin’s Creed?

Intan Safitri
28/4/2026 13:35
Game Director Veteran Mundur, Bagaimana Nasib Proyek Tergelap Assassin’s Creed?
Clint Hocking mundur dari proyek Assassin’s Creed Hexe. Ubisoft memastikan pengembangan tetap berjalan meski ada perubahan kepemimpinan.(Ubisoft)

INDUSTRI gim dikejutkan dengan kabar pengunduran diri Clint Hocking dari posisinya sebagai Game Director untuk proyek ambisius Assassin’s Creed (AC) Hexe. Langkah hengkangnya veteran industri ini dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg pada akhir April 2026 dan telah dikonfirmasi oleh sumber internal Ubisoft Montreal. Kepergian Hocking menandai pergeseran signifikan dalam struktur kepemimpinan salah satu proyek paling dinantikan dalam platform Assassin’s Creed Infinity.

Kepergian Sosok Kunci di Balik Proyek Hexe

Clint Hocking bukan merupakan nama baru di lingkungan Ubisoft. Ia dikenal luas sebagai otak di balik judul-judul sukses seperti Splinter Cell: Chaos Theory, Far Cry 2, dan Watch Dogs: Legion. Sejak proyek AC Hexe pertama kali diperkenalkan sebagai entri yang mengusung tema perburuan penyihir di era Kekaisaran Romawi Suci, Hocking dianggap sebagai sosok paling tepat untuk membawa nuansa gelap dan berbeda ke dalam waralaba tersebut.

Laporan dari IGN menyebutkan bahwa Hocking memutuskan untuk meninggalkan Ubisoft guna mengejar peluang profesional di luar perusahaan setelah berkarier selama bertahun-tahun di studio tersebut. Hingga saat ini, Ubisoft belum menunjuk nama spesifik yang akan mengisi kekosongan kursi direktur utama untuk proyek ini secara permanen.

Kelanjutan Pengembangan dan Stabilitas Tim

Menanggapi spekulasi mengenai potensi hambatan produksi, juru bicara Ubisoft memberikan pernyataan resmi kepada Eurogamer. Manajemen menegaskan bahwa pengembangan AC Hexe masih berjalan sesuai rencana dan tidak terdampak secara drastis oleh pengunduran diri Hocking. Pihak studio menyatakan bahwa visi kreatif gim ini telah terbentuk dengan matang dan tim pengembang di Ubisoft Montreal tetap berkomitmen penuh untuk menyelesaikannya.

Meski demikian, para analis dari Niko Partners berpendapat bahwa kepergian talenta senior di tengah masa produksi sering kali membawa risiko pada ritme kerja internal. AC Hexe sendiri merupakan proyek krusial bagi Ubisoft karena dirancang untuk menjadi pilar utama dalam ekosistem Infinity, sebuah platform yang akan menyatukan berbagai pengalaman Assassin’s Creed di masa depan.

Tantangan di Tengah Restrukturisasi Industri

Pengunduran diri Hocking terjadi di tengah dinamika industri gim yang sedang mengalami banyak restrukturisasi talenta. Kepergian figur penting ini menjadi sorotan karena AC Hexe digadang-gadang sebagai seri tergelap dan paling eksperimental yang pernah diproduksi oleh Ubisoft. Pergantian kepemimpinan di tengah jalan menuntut manajemen untuk bergerak cepat dalam mencari pengganti yang mampu menjaga integritas visi yang telah dibangun sejak tahap awal pengembangan.

Saat ini, fokus utama Ubisoft adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa mengganggu jadwal perilisan yang telah ditargetkan. Para penggemar dan investor kini menunggu pengumuman lebih lanjut mengenai struktur tim baru yang akan menuntaskan pengerjaan proyek tersebut. (Bloomberg/IGN/Eurogamer/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya