Teknologi Modular Dorong Efisiensi Konstruksi

 Gana Buana
25/4/2026 20:38
Teknologi Modular Dorong Efisiensi Konstruksi
Industri konstruksi di Indonesia mulai beralih ke sistem modular modern.(Dok. MI)

VIRO resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, ViroFab, sistem luxury prefab modular building, dalam ajang ARCH:ID 2026 yang digelar pada 23-26 April di ICE BSD City. Peluncuran ini menandai transformasi Viro dari penyedia specialty building materials menjadi pemain di industri konstruksi modular premium.

Sebagai bagian dari peluncuran tersebut, Viro menghadirkan TenuNyaman, yang disebut sebagai luxury prefab modular building pertama dari ViroFab. Proyek ini juga menjadi pilot project produk perdana Virocroft (Bungalow Class). Kehadirannya menunjukkan bahwa sistem modular telah direalisasikan dan dapat langsung dirasakan oleh publik.

Perjalanan Viro berakar dari PT Polymindo Permata, perusahaan induk yang berdiri sejak 1985. Sejak 1998, Viro dikenal sebagai brand material bangunan dengan pengalaman dalam standar konstruksi, pengujian, dan kualitas. Melalui ViroFab, pengalaman tersebut diintegrasikan ke dalam sistem modular modern yang lebih presisi dan efisien.

“ViroFab adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi,” ujar Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang, kemarin.

Produk pertama yang diperkenalkan melalui ViroFab adalah Virocroft, kategori bungalow mewah dengan spesifikasi 1-2 lantai, luas hingga 200 meter persegi, dan dirancang untuk tropical resort setting. Produk ini ditargetkan untuk butik hotel dan resort di destinasi seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok.

Ke depan, ViroFab akan mengembangkan lini produk lain, yakni Viroalta (villa dua lantai, 300-500 meter persegi) yang dijadwalkan rilis Agustus 2026 di Bali, serta Virolux, hunian utama mewah hingga empat lantai dengan luas lebih dari 500 meter persegi.

Johan menegaskan, TenuNyaman bukan sekadar show unit, melainkan implementasi nyata dari sistem ViroFab. Proyek ini dikembangkan oleh Grain and Green, dipimpin Principal Jeffrey Budiman bersama Architect in Charge Fei Efendy, dengan pendekatan desain terintegrasi antara arsitektur dan interior.

“TenuNyaman kami hadirkan sebagai bukti bahwa luxury prefab modular building dapat diwujudkan dengan kualitas tinggi, desain eksklusif, dan eksekusi presisi,” kata Johan.

Proyek ini juga melibatkan kolaborasi lintas industri dengan sejumlah mitra, di antaranya Häfele, Tritunggal Prima, Aica, Kohler, Indospace, Hubu, dan Otazen.

ViroFab diklaim menjawab tantangan konstruksi melalui tiga aspek utama, yakni kepastian kualitas, anggaran, dan waktu. Proses pembangunan dilakukan 70%-90% di pabrik dengan kontrol ketat, didukung sertifikasi ISO 9001, serta jaminan garansi hingga 10 tahun.

Dari sisi teknologi, Virocroft menggunakan sistem light gauge steel framing galvanis yang tahan korosi dan gempa, serta panel yang telah memenuhi standar internasional seperti ASTM, EN, BS, dan GB.

“Desainnya memang ditujukan untuk iklim tropis Indonesia, termasuk kawasan pesisir dengan kelembapan tinggi,” ujar Johan.

Selain dipamerkan di ARCH:ID 2026, Viro juga tengah membangun showroom di Open Door, Alam Sutera, yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Produk Virocroft telah dibuka untuk pemesanan dengan opsi kustomisasi sesuai kebutuhan proyek.

Menurut Johan, peluncuran ViroFab menjadi tonggak baru dalam industri konstruksi nasional dengan menghadirkan integrasi antara teknologi, efisiensi, dan kemewahan dalam satu sistem bangunan modern.

“TenuNyaman menjadi titik awal, membuka perspektif baru bahwa pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan presisi tanpa mengorbankan kualitas dan estetika,” katanya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya