Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Di Bima Sakti, satu-satunya objek yang bersinar dengan cahayanya sendiri adalah Matahari. Cahaya tersebut selalu memancar ke Bumi dan Bulan dari arah Matahari dan menerangi separuh planet Bumi dalam orbitnya.
Selain itu, cahaya dari Matahari akan memantul dari permukaan Bulan untuk menciptakan cahaya bulan dan membuat seluruh permukaannya terkadang bersinar terang, terlihat seperti sabit tipis, atau bahkan tampak menghilang. Perubahan inilah yang disebut dengan fase Bulan.
Penyebab dari fase-fase Bulan yang terjadi karena orbit Bulan yang mengelilingi Bumi dan menyebabkan perubahan sudut sinar Matahari untuk menerangi permukaan Bulan dari perspektif Bumi.
Selain itu, perubahan bentuk Bulan ini disebabkan karena Bulan terbit lebih lambar sekitar 50 menit setiap malam sehingga posisinya di langit akan berbeda pada waktu tertentu. Orbit Bulan yang berbentuk elips menyebabkan benda langit ini tidak bergerak dengan kecepatan yang sama menyebabkan bentuk permukaan Bulan hanya terlihat sekitar setengahnya.
Meskipun Bulan tidak pernah berubah bentuk secara fisik, tetapi perubahan posisi tersebut menciptakan fase Bulan, mulai dari sabit, separuh, atau purnama dengan siklus sekitar 29,5 hari.
Bulan memiliki total delapan fase yang berulang sekitar sekali sebulan. Berikut adalah kedelapan fase bulan:
Peristiwa ini merupakan fase tak terlihat dari Bulan dengan sisi terang Bulan menghadapi Matahari dan sisi gelap menghadap Bumi. Pada fase ini, Bulan berada di bagian langit yang sama dengan Matahari sehingga terbit dan terbenam bersama Matahari.
Fase bulan sabit muncul ketika separuh bagian Bulan yang terang menghadap menjauh dari Bumi dengan hanya sebagian kecil dapat terlihat dari Bumi. Ukurannya bertambah seiring orbit Bulan membawa sisi siang Bulan semakin jauh ke pandangan.
Fase ini menandakan bahwa Bulan telah menempuh seperempat perjalanannya dan sisi Bulan yang terang dapat terlihat setengahnya dari Bumi. Bulan pada fase ini terbit di sekitar tengah hari dan terbenam sekitar tengah malam dengan posisi yang sangat tinggi di langit.
Pada fase ini, bulan hampir sepenuhnya diterangi. Area yang terkena sinar Matahari tampak berbentuk oval dan ukurannya bertambah setiap hari. Bulan juga akan tampak lebih terang di langit pada fase ini.
Fase ini menandakan bahwa seluruh sisi siang Bulan diterangi oleh Matahari dan Bulan berada di posisi berlawanan dari Matahari. Bulan purnama terbit di sekitar waktu Matahari terbenam.
Ketika Bulan memulai perjalanannya kembali menuju Matahari, sisi berlawanan dari Bulan akan memantulkan cahaya bulan. Selama fase ini, tepi barat Bulan akan diselimuti kegelapan saat garis batas siang dan malam terlihat.
Dari perspektif Bumi, Bulan tampak seperti setengahnya diterima. Namun, sebenarnya setengah hingga seperempat bagian Bulan diterangi oleh Matahari. Bulan seperempat terakhir ini akan terbit saat tengah malam dan terbenam saat tengah hari.
Fase ini menandakan bahwa Bulan hampir ke titik orbitnya yang mana sisi siangnya langsung menghadap Matahari sementara dari perspektif Bumi hanya nampak lengkungan tipis. Bulan akan segera menghilang saat siklus berakhir dan Bulan akan kembali ke fase baru.
Sumber: NASA, BBC Sky at Night Magazine
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved