Mengenal Fase-Fase Bulan dan Penyebab Perubahannya

Asha Bening Rembulan
24/4/2026 22:50
Mengenal Fase-Fase Bulan dan Penyebab Perubahannya
Meskipun Bulan berada dalam fase sabit dalam foto ini, sebagian besar sisi Bulan yang menghadap Bumi dan tampak gelap masih terlihat samar-samar, diterangi oleh sinar matahari yang dipantulkan dari planet Bumi. Cahaya pantulan ini disebut cahaya pantulan B(Doc Zolt Levay)

Di Bima Sakti, satu-satunya objek yang bersinar dengan cahayanya sendiri adalah Matahari. Cahaya tersebut selalu memancar ke Bumi dan Bulan dari arah Matahari dan menerangi separuh planet Bumi dalam orbitnya.

Selain itu, cahaya dari Matahari akan memantul dari permukaan Bulan untuk menciptakan cahaya bulan dan membuat seluruh permukaannya terkadang bersinar terang, terlihat seperti sabit tipis, atau bahkan tampak menghilang. Perubahan inilah yang disebut dengan fase Bulan.

Penyebab Perubahan Bentuk Bulan

Penyebab dari fase-fase Bulan yang terjadi karena orbit Bulan yang mengelilingi Bumi dan menyebabkan perubahan sudut sinar Matahari untuk menerangi permukaan Bulan dari perspektif Bumi.

Selain itu, perubahan bentuk Bulan ini disebabkan karena Bulan terbit lebih lambar sekitar 50 menit setiap malam sehingga posisinya di langit akan berbeda pada waktu tertentu. Orbit Bulan yang berbentuk elips menyebabkan benda langit ini tidak bergerak dengan kecepatan yang sama menyebabkan bentuk permukaan Bulan hanya terlihat sekitar setengahnya.

Meskipun Bulan tidak pernah berubah bentuk secara fisik, tetapi perubahan posisi tersebut menciptakan fase Bulan, mulai dari sabit, separuh, atau purnama dengan siklus sekitar 29,5 hari.

Macam Fase Bulan

Bulan memiliki total delapan fase yang berulang sekitar sekali sebulan. Berikut adalah kedelapan fase bulan:

1. Bulan baru

Peristiwa ini merupakan fase tak terlihat dari Bulan dengan sisi terang Bulan menghadapi Matahari dan sisi gelap menghadap Bumi. Pada fase ini, Bulan berada di bagian langit yang sama dengan Matahari sehingga terbit dan terbenam bersama Matahari.

2. Bulan sabit yang membesar

Fase bulan sabit muncul ketika separuh bagian Bulan yang terang menghadap menjauh dari Bumi dengan hanya sebagian kecil dapat terlihat dari Bumi. Ukurannya bertambah seiring orbit Bulan membawa sisi siang Bulan semakin jauh ke pandangan.

3. Kuartal pertama

Fase ini menandakan bahwa Bulan telah menempuh seperempat perjalanannya dan sisi Bulan yang terang dapat terlihat setengahnya dari Bumi. Bulan pada fase ini terbit di sekitar tengah hari dan terbenam sekitar tengah malam dengan posisi yang sangat tinggi di langit.

4. Bulan sabit yang membesar

Pada fase ini, bulan hampir sepenuhnya diterangi. Area yang terkena sinar Matahari tampak berbentuk oval dan ukurannya bertambah setiap hari. Bulan juga akan tampak lebih terang di langit pada fase ini.

5. Bulan purnama

Fase ini menandakan bahwa seluruh sisi siang Bulan diterangi oleh Matahari dan Bulan berada di posisi berlawanan dari Matahari. Bulan purnama terbit di sekitar waktu Matahari terbenam.

6. Bulan sabit menurun

Ketika Bulan memulai perjalanannya kembali menuju Matahari, sisi berlawanan dari Bulan akan memantulkan cahaya bulan. Selama fase ini, tepi barat Bulan akan diselimuti kegelapan saat garis batas siang dan malam terlihat. 

7. Kuartal terakhir

Dari perspektif Bumi, Bulan tampak seperti setengahnya diterima. Namun, sebenarnya setengah hingga seperempat bagian Bulan diterangi oleh Matahari. Bulan seperempat terakhir ini akan terbit saat tengah malam dan terbenam saat tengah hari.

8. Bulan sabit mengecil

Fase ini menandakan bahwa Bulan hampir ke titik orbitnya yang mana sisi siangnya langsung menghadap Matahari sementara dari perspektif Bumi hanya nampak lengkungan tipis. Bulan akan segera menghilang saat siklus berakhir dan Bulan akan kembali ke fase baru.

Sumber: NASA, BBC Sky at Night Magazine

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya