Tabrakan Kosmik Dahsyat, Dua Lubang Hitam Diprediksi Menyatu Abad Ini

N Apuan Iskandar
24/4/2026 22:00
Tabrakan Kosmik Dahsyat, Dua Lubang Hitam Diprediksi Menyatu Abad Ini
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEBUAH studi terbaru dalam bidang astrofisika mengungkap prediksi mencengangkan tentang tabrakan dua lubang hitam supermasif yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu sekitar 100 tahun ke depan. Peristiwa ini diyakini akan menjadi salah satu fenomena paling energik di alam semesta, menghasilkan gelombang gravitasi dengan kekuatan luar biasa.

Penelitian ini berfokus pada sistem biner di pusat galaksi aktif OJ 287. Objek ini telah lama diamati karena menunjukkan pola kilatan cahaya periodik yang tidak biasa. Para ilmuwan meyakini bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh interaksi dua lubang hitam raksasa yang saling mengorbit.

Berdasarkan analisis yang melibatkan European Space Agency dan berbagai observatorium internasional, lubang hitam utama dalam sistem ini memiliki massa sekitar 18 miliar kali massa Matahari, sementara pasangannya memiliki massa sekitar 150 juta kali massa Matahari. Perbedaan massa yang signifikan ini menciptakan dinamika orbit yang kompleks dan menghasilkan emisi energi yang dapat diamati dari Bumi.

Seiring waktu, orbit kedua lubang hitam tersebut terus menyusut akibat pelepasan energi dalam bentuk gelombang gravitasi. Fenomena ini sesuai dengan prediksi relativitas umum yang dikembangkan oleh Albert Einstein, di mana objek bermassa besar yang bergerak cepat dapat mengganggu struktur ruang-waktu.

Simulasi komputer terbaru menunjukkan bahwa kedua objek ini akan mencapai fase merger atau penyatuan dalam waktu sekitar satu abad. Ketika tabrakan terjadi, energi yang dilepaskan diperkirakan melampaui total energi yang dipancarkan oleh seluruh bintang dalam galaksi selama periode tertentu, menjadikannya peristiwa kosmik yang sangat langka dan penting untuk dipelajari.

Meskipun jaraknya sangat jauh dari Bumi dan tidak menimbulkan dampak langsung, peristiwa ini memiliki nilai ilmiah yang sangat besar. Deteksi gelombang gravitasi dari tabrakan ini akan memberikan wawasan baru tentang evolusi galaksi, sifat lubang hitam, serta perilaku ekstrem ruang-waktu.

Observatorium seperti Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory dan misi masa depan Laser Interferometer Space Antenna diharapkan mampu merekam sinyal dari peristiwa tersebut dengan tingkat presisi tinggi. Teknologi ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengamati alam semesta melalui “gelombang” yang tidak kasat mata.

Penelitian ini menegaskan bahwa alam semesta masih menyimpan banyak fenomena ekstrem yang belum sepenuhnya dipahami. Dengan kemajuan teknologi observasi, manusia kini berada di ambang untuk menyaksikan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah kosmik. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya