Infrastruktur Daya Andal kian Dibutuhkan di Tengah Lonjakan Data Center Indonesia

Naufal Zuhdi
24/4/2026 16:50
Infrastruktur Daya Andal kian Dibutuhkan di Tengah Lonjakan Data Center Indonesia
President Director Legrand Indonesia, Kovi Valoo, di ajang Legrand Technology Summit 2026 menegaskan keandalan sistem daya kini menjadi kebutuhan utama di berbagai industri.(Dok. Legrand)

PERTUMBUHAN pesat ekonomi digital mendorong lonjakan kebutuhan terhadap infrastruktur daya yang andal dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya investasi data center serta adopsi layanan digital di Indonesia yang kian masif.

Perusahaan spesialis infrastruktur kelistrikan global, Legrand, menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai solusi terbaru dalam ajang Legrand Technology Summit 2026 yang digelar di Jakarta pada 22 April 2026.

Pasar data center Indonesia sendiri diperkirakan mencapai nilai sekitar US$3,1 miliar pada 2025 dan masih akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuat kebutuhan akan pasokan listrik yang stabil menjadi semakin krusial, terutama bagi sektor mission-critical seperti data center, rumah sakit, industri, hingga gedung komersial.

Dalam forum tersebut, Legrand memperkenalkan berbagai solusi seperti uninterruptible power supply (UPS), sistem distribusi daya, hingga busduct. Produk unggulan yang diluncurkan antara lain UPS HPi33, UPS Keor MOD+, UPS Keor MP, UPS Keor DK, serta LINKK Busduct yang dirancang untuk menjamin kontinuitas operasional sekaligus efisiensi energi.

President Director Legrand Indonesia, Kovi Valoo, menegaskan bahwa keandalan sistem daya kini menjadi kebutuhan utama di berbagai industri.

"Keandalan listrik dan transisi energi sudah menjadi faktor penting untuk memastikan operasional tetap berjalan lancar dan efisien. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya andal, tetapi juga berfokus pada efisiensi energi," ujarnya.

Selain peluncuran produk, forum ini juga menghadirkan diskusi lintas industri terkait kesiapan infrastruktur kelistrikan dalam mendukung pertumbuhan digital Indonesia. Panel diskusi pertama membahas pembangunan infrastruktur listrik data center yang resilient dan scalable, melibatkan pelaku industri seperti BDX Data Centers, Princeton Digital Group, dan Greencomm Consultant Indonesia.

Sementara itu, panel kedua menyoroti pentingnya sistem backup power yang andal untuk berbagai lingkungan kritikal, dengan melibatkan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) serta sejumlah perusahaan engineering.

Ketua Umum HAEI, Achmad Sutowo Sutopo, menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.

"Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur kelistrikan di Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Senada, CEO BDX Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyebut bahwa pertumbuhan data center di Indonesia berlangsung sangat cepat, namun menghadapi tantangan dalam perancangan infrastruktur yang fleksibel tanpa mengorbankan keandalan.

"Perencanaan infrastruktur daya harus dilakukan sejak awal agar scalable dan mampu mendukung kebutuhan jangka panjang," katanya.

Seiring akselerasi ekonomi digital, infrastruktur daya diproyeksikan menjadi salah satu fokus utama investasi teknologi di Indonesia, sekaligus penopang utama keberlanjutan ekosistem digital nasional. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya