Fosil Daun 56 Juta Tahun Diduga Bukti Tertua Tanaman Ganja

Muhammad Ghifari A
22/4/2026 21:15
Fosil Daun 56 Juta Tahun Diduga Bukti Tertua Tanaman Ganja
Fosil tersebut sangat mirip dengan tanaman ganja modern.(Doc Ludwig Luthardt/Museum für Naturkunde)

Sebuah fosil daun berusia sekitar 56 juta tahun yang tersimpan di koleksi museum diduga menjadi bukti tertua keberadaan tanaman ganja (Cannabis), memperpanjang sejarahnya hingga puluhan juta tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Fosil yang berasal dari periode Eosen awal (56-48 juta tahun lalu) ini ditemukan di wilayah Saxony-Anhalt, Jerman. Temuan tersebut pertama kali dideskripsikan pada 1883, namun baru dianalisis secara mendalam dalam penelitian terbaru.

Sebelumnya, ilmuwan meyakini tanaman Cannabis pertama muncul sekitar 20 juta tahun lalu, dengan analisis DNA modern memperkirakan asal-usulnya sekitar 28 juta tahun lalu. Namun, fosil ini menunjukkan bahwa garis keturunan tanaman tersebut bisa jauh lebih tua.

Peneliti dari Museum Sejarah Alam Berlin, Ludwig Luthardt, menyebut kemiripan fosil dengan daun ganja modern sangat mencolok, baik dari bentuk maupun pola urat daunnya.

Meski demikian, fosil ini bukan berasal dari spesies modern seperti Cannabis sativa atau Cannabis indica, melainkan kerabat purba yang telah punah. Kedua spesies modern tersebut diketahui merupakan hasil seleksi dan budidaya manusia selama ribuan tahun.

Para ilmuwan juga belum dapat memastikan apakah tanaman purba ini mengandung senyawa psikoaktif seperti THC, karena struktur penghasilnya tidak terawetkan dalam fosil.

Temuan ini sekaligus menantang teori lama yang menyebut ganja berasal dari Dataran Tinggi Tibet. Penelitian terbaru membuka kemungkinan bahwa genus Cannabis memiliki asal-usul yang lebih luas dan lebih kompleks secara ekologis.

“Genus ini mungkin tidak hanya berasal dari lingkungan pegunungan, tetapi memiliki kemampuan adaptasi yang lebih beragam,” ujar Luthardt.

Meski masih menyisakan banyak pertanyaan, fosil ini memberikan petunjuk penting bahwa sejarah evolusi ganja jauh lebih panjang dan belum sepenuhnya terungkap.

Sumber: IFL Science



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya