Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH fosil tengkorak dinosaurus yang hancur justru mengungkap spesies baru yang sebelumnya tak pernah diperkirakan ada, sekaligus memberi petunjuk penting tentang evolusi awal dinosaurus.
Fosil tersebut diteliti oleh Simba Srivastava, mahasiswa Virginia Tech, yang menghabiskan dua tahun untuk merekonstruksi tengkorak dalam kondisi sangat rusak menggunakan pemindaian CT dan pencetakan 3D. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal Papers in Palaeontology.
Meski dijuluki sebagai “spesimen yang sangat buruk”, fosil ini terbukti sangat berharga. Tengkorak itu berasal dari dinosaurus karnivora yang hidup pada akhir periode Trias, lebih dari 200 juta tahun lalu jauh sebelum kemunculan predator besar seperti Tyrannosaurus Rex.
Saat itu, dinosaurus belum menjadi penguasa darat dan masih bersaing dengan kelompok lain seperti nenek moyang buaya dan mamalia awal. Dominasi dinosaurus baru terjadi setelah peristiwa kepunahan massal di akhir Trias.
Analisis menunjukkan fosil ini memiliki ciri yang tidak biasa, seperti tulang pipi besar, rongga otak lebar, serta moncong pendek dan dalam kombinasi yang belum pernah ditemukan sebelumnya pada dinosaurus purba.
Srivastava menamai spesies baru tersebut Ptychotherates bucculentus, yang berarti “pemburu berlipat dengan pipi penuh”. Bentuknya bahkan disebut menyerupai “boneka pembunuh” oleh seorang seniman paleo.
Tim peneliti mengklasifikasikan dinosaurus ini ke dalam kelompok Herrerasauria, salah satu dinosaurus karnivora paling awal. Spesies ini kemungkinan termasuk anggota terakhir dari garis keturunan tersebut sebelum punah pada akhir periode Trias.
Fosil ini juga mengubah pemahaman tentang kepunahan massal di akhir Trias. Peristiwa tersebut tidak hanya memusnahkan pesaing dinosaurus, tetapi juga kemungkinan menghapus sebagian garis keturunan dinosaurus itu sendiri.
Menariknya, belum ditemukan fosil herrerasauria lain dari periode akhir Trias, sehingga wilayah barat daya Amerika Serikat diduga menjadi tempat perlindungan terakhir kelompok ini.
Bagi para ilmuwan, fosil kecil ini memiliki makna besar.
“Semua miliaran individu yang pernah hidup mungkin hanya diwakili oleh satu spesimen ini,” kata Srivastava.
Sumber: Science Daily
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved