Roket New Glenn Milik Jeff Bezos Gagal Orbit, FAA Perintahkan Investigasi Menyeluruh

Thalatie K Yani
21/4/2026 08:13
Roket New Glenn Milik Jeff Bezos Gagal Orbit, FAA Perintahkan Investigasi Menyeluruh
Blue Origin milik Jeff Bezos terpaksa menghentikan operasional roket New Glenn setelah gagal mengorbitkan satelit AST SpaceMobile akibat kendala mesin.(Blue Origin)

ROKET terbaru milik Blue Origin, New Glenn, terpaksa dilarang terbang sementara (grounded) setelah Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan investigasi mendalam terkait insiden kegagalan peluncuran satelit. Perusahaan kedirgantaraan yang didirikan oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos, tersebut gagal menempatkan satelit AST SpaceMobile ke orbit yang dituju.

CEO Blue Origin, Dave Limp, mengungkapkan kegagalan tersebut disebabkan kurangnya "dorongan yang memadai" pada salah satu mesin roket. Akibat kegagalan misi ini, harga saham AST SpaceMobile merosot lebih dari 6% pada hari Senin.

"Kami jelas tidak memenuhi misi yang diinginkan pelanggan kami dan yang diharapkan oleh tim kami," ujar Limp dalam pernyataannya.

Investigasi di Bawah Pengawasan FAA

Insiden yang terjadi pada hari Minggu tersebut kini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Blue Origin dengan pengawasan ketat dari FAA. Otoritas penerbangan Amerika Serikat tersebut menegaskan akan terlibat dalam setiap langkah proses investigasi untuk memastikan keamanan di masa depan.

"FAA mewajibkan Blue Origin untuk melakukan investigasi kecelakaan (mishap). FAA akan mengawasi investigasi yang dipimpin oleh Blue Origin, terlibat dalam setiap langkah proses, dan menyetujui laporan akhir Blue Origin, termasuk tindakan perbaikan apa pun," jelas juru bicara FAA.

Limp menambahkan bahwa penyelidikan ini akan memungkinkan Blue Origin untuk belajar dari data yang ada dan menerapkan perbaikan yang diperlukan agar roket New Glenn dapat segera kembali beroperasi. FAA akan menentukan kapan New Glenn diizinkan meluncur kembali berdasarkan temuan investigasi tersebut.

Pukulan bagi Ambisi Luar Angkasa Bezos

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Blue Origin, mengingat operasi pada hari Minggu tersebut baru merupakan penerbangan ketiga bagi roket New Glenn. Padahal, perusahaan sebelumnya menargetkan sebanyak 12 kali peluncuran pada tahun ini.

Satelit milik AST yang dibawa roket tersebut dirancang untuk ditempatkan di orbit bumi rendah guna mendukung konektivitas telepon seluler. Karena tidak mencapai orbit yang ditentukan, satelit tersebut dinyatakan tidak dapat digunakan. Meski AST menyatakan kerugian ini akan ditanggung oleh asuransi, mereka belum merinci total nilai kerugian yang dialami.

Kegagalan ini juga memperlambat persaingan Blue Origin dalam pasar internet satelit yang semakin kompetitif. Saat ini, Blue Origin tengah mempersiapkan proyek "TerraWave", sementara Amazon juga baru saja mengakuisisi produsen satelit senilai US$11 miliar untuk membangun proyek bernama "Leo".

Kedua proyek tersebut berupaya mengejar ketertinggalan dari Starlink milik Elon Musk, yang telah memiliki ribuan satelit operasional di orbit dan mendominasi pasar konektivitas global melalui SpaceX. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya