Lab Forum Kupas Teknologi Pengujian Halal, Ada Alat Tes Cepat hingga Berbasis PCR

Iis Zatnika
17/4/2026 22:31
Lab Forum Kupas Teknologi Pengujian Halal, Ada Alat Tes Cepat hingga Berbasis PCR
Berbagai jenis material dan alat-alat laboratorium dipamerkan dan dikupas dalam Lab Forum, di Tangerang, Banten.(MI/Iis Zatnika)

Bebagai inovasi yang dilakukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) dalam mempersiapkan diri memasuki regulasi wajib halal pada Oktober 2026 terungkap dalam sesi Lab Forum rangkaian kegiatan Lab Indonesia, di Tangerang, Banten, hari ini, Jumat (17/4). 

LPPOM juga menjadi salah satu pengisi pameran yang menghadirkan 305 perusahaan dari 16 negara atau wilayah yaitu Indonesia, Amerika Serikat, China, Finlandia, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swedia, Swiss, dan Taiwan, serta empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. 

Dalam topik "From Halal Compliance to Scientific Proof: The Role of Laboratory Testing in Mandatory Halal Era," itu, terungkap kewajiban halal yang akan diberlakukan enam bulan ke depan itu mencakup semua produk makanan, minuman, hasil sembelihan, jasa penyembelihan, bahan baku/tambahan pangan, serta produk obat tradisional, obat kuasi, kosmetik, produk kimia, biologi, dan rekayasa genetik, didorong mengintegrasikan sistem mutu dan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). 

Bukti saintifik yang diberlakukan itu, meliputi implementasi pendekatan berbasis ilmiah yang lebih canggih dan komprehensif untuk memastikan kehalalan produk. Implementasinya, di antaranya, metode analisis berbasis DNA dan molekuler dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang canggih untuk mendeteksi kontaminasi DNA babi dan bahan haram lainnya secara spesifik dan akurat pada produk olahan, termasuk bahan kompleks.

Teknik lainnya, penggunaan volatilomics dan spektroskopi yaitu analisis profil senyawa volatil yang digunakan untuk mendeteksi kontaminasi bahan haram, terutama alkohol atau kontaminasi silang, pada produk.

Ada pula alat uji cepat, yang lebih efisien dan akurat untuk pengujian di lapangan, mempercepat proses audit halal terutama untuk bahan baku atau produk yang mencurigakan.
    
Berikutnya, analisis kromatografi, penggunaan teknik kromatografi untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen dalam sampel, memastikan tidak adanya kandungan bahan haram (seperti turunan lemak hewan) dalam produk makanan dan kosmetik.
    
LPH LPPOM juga terus menguatkan pengujian Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) berbasis riset dengan mengembangkan infrastruktur laboratorium terakreditasi SNI ISO 17025 sejak 2016. Langkah lainnya, pembangunan Halal Science Techno Park di IPB Jawa Barat, untuk menjembatani hasil riset perguruan tinggi dengan industri, guna memastikan inovasi terimplementasi. 

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Kristi Wulandari, pada Kamis (16/4) menyatakan rangkaian Lab Forum yang merupakan diskusi 
saintifik terdiri atas 21 topik. Ada pula 135 acara Lab Talk yang lebih teknikal, pelatihan, serta demonstrasi langsung yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan diskusi mengenai perkembangan teknologi, standar, serta praktik laboratorium berkelanjutan.

Kristi mengakui, mayoritas penyedia alat yang berbasis pengembangan teknologi serta berbasis perangkat lunak, berasal dari luar negeri. Sementara pelaku industri lokal lebih berfokus pada peranti keras, seperti Hakka Furniture yang menyediakan jasa penyediaan lantai antibakteri hingga pintu laboratorium yang mampu menangkal radiasi. 

Terpautnya kemampuan pengembangan teknologi indusri laborarium juga diungkap Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ratno Nuryadi saat membuka acara. Ia menegaskan kemajuan industri tidak bisa dilepaskan dari kualitas laboratorium.

“Kemajuan industri nasional sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium dan konektivitas pemangku kepentingan. Laboratorium bukan sekadar ruang pengujian, tetapi fondasi manufaktur berbasis teknologi tinggi. Sehingga diperlukan pertemuan dan kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah seperti ini," kata Ratno, Rabu (15/4).

Sementara, Lab Forum bertema Green Laboratory Mission Possible: How to
Improve Sustainability in Your Lab yang dipandu lembaga konsultan sertifikasi lokal, Lab Mania. Salah satu panduan yang berlaku pada implementasi laboratorium hijau adalah Grand Design Penguatan Laboratorium BPOM yang diluncurkan 2025. 

Manfaat dari implementasinya, di antaranya pengurangan biaya operasional jangka panjang, peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja, kontribusi pada tujuan keberlanjutan global, serta meningkatkan citra institusi. Impelementasinya bisa dimulai dari langkah efisiensi penggunaan energi dan air, lingkungan yang sehat dan nyaman bagi petugas, serta bertanggung jawab dalam pengelolaan siklus material. 
Semua demi mendukung pengujian yang akurat, aman, dan ramah lingkungan. Praktiknya, mulai mematikan alat saat tidak digunakan atau diperlukan, menyediakan tempat sampah terpisah antara organik, anorganik, hingga B3. Tentunya juga memastikan limbah B3 ditangani sesuai regulasi. Begitu pula, implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya