Cyber Breaker 2026 Membangun Talenta Siber dari Kompetisi ke Ekosistem Ekonomi Digital

Heryadi
16/4/2026 23:42
Cyber Breaker 2026 Membangun Talenta Siber dari Kompetisi ke Ekosistem Ekonomi Digital
Peserta Cyber Breaker 2026 Season 3.(Dok.Istimewa)

KOLABORASI antara Peris.ai dan RRQ kembali menghadirkan Cyber Breaker 2026 Season 3, yang dipadukan dengan pelatihan Cyber-Gig: Building Cyber Talent Ecosystem. Program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai platform pengembangan talenta siber yang terintegrasi dengan kebutuhan industri digital.

Kegiatan ini menandai pergeseran pendekatan dalam pengembangan talenta digital, dari sekadar kompetisi menuju pembentukan ekosistem yang berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, yang menilai pelatihan menjadi kunci bagi generasi muda menghadapi era digital.

“Sebanyak 84% Gen Z Indonesia aktif di dunia digital, tetapi masih banyak yang belum mampu mengoptimalkan keterampilan menjadi nilai ekonomi. Di sinilah pentingnya pelatihan yang tidak hanya fokus pada hard skill, tetapi juga soft skill seperti negosiasi dan menentukan nilai diri,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan tantangan ganda yang dihadapi generasi muda. Di satu sisi, mereka memiliki akses luas terhadap informasi, namun di sisi lain masih kesulitan memonetisasi kemampuan yang dimiliki. Bahkan, sekitar 64% Gen Z dilaporkan mengalami tekanan dalam pengembangan diri, terutama dalam menghadapi tuntutan kompetensi di era digital.

FORMAT BARU
Cyber Breaker mencoba menjawab tantangan tersebut melalui format baru yang lebih terstruktur. Kompetisi dibagi dalam dua tahap utama, yakni Cyber Breaker Development (CBD) sebagai fase pembinaan dari tingkat regional hingga nasional, serta Cyber Breaker Competition (CBC) sebagai panggung utama. Skema ini dirancang agar peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membangun pengalaman dan reputasi di bidang keamanan siber.

Sejak pertama kali digelar, Cyber Breaker menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah peserta meningkat dari 137 pada musim pertama menjadi 616 pada musim kedua, dengan capaian lebih dari 2,3 juta penonton digital dan keterlibatan puluhan komunitas siber. Pada Season 3, penyelenggara menargetkan 1.000 peserta sebagai bagian dari ekspansi ekosistem.

TALENTA EKONOMI GIG
Selain kompetisi, pelatihan Cyber-Gig menjadi elemen strategis dalam mendorong lahirnya talenta yang siap masuk ke ekonomi gig. Program ini didukung pemerintah dan diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis agar mampu bekerja secara fleksibel di pasar global, khususnya di bidang keamanan siber yang permintaannya terus meningkat.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan tren transformasi digital yang mendorong munculnya pekerjaan berbasis proyek. Talenta siber tidak lagi terbatas pada pekerjaan formal, tetapi juga memiliki peluang besar sebagai pekerja lepas dengan jangkauan global.

Dengan mengusung semangat #WinAtEveryLevel, Cyber Breaker menempatkan setiap tahapan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dari level regional hingga nasional, setiap capaian menjadi validasi kemampuan peserta dalam membangun karier di bidang siber.

Melalui integrasi kompetisi, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor, Cyber Breaker 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga fondasi bagi terbentuknya ekosistem talenta siber Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada peluang ekonomi digital. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya