Capung Ini Bisa Melihat “Warna Tersembunyi” untuk Menemukan Pasangan

Intan Safitri
16/4/2026 23:09
Capung Ini Bisa Melihat “Warna Tersembunyi” untuk Menemukan Pasangan
Capung jantan Ictinogomphus Decoratus melaenops di 'Kolam Ludwigia' .(Dok Research Gate)

PENELITIAN terbaru mengungkap kemampuan visual unik pada spesies capung Asiagomphus melaenops. Tidak seperti manusia yang hanya mampu melihat spektrum cahaya tampak, capung ini ternyata bisa mendeteksi cahaya hingga mendekati inframerah.

Secara teknis, kemampuan ini berasal dari protein visual bernama opsin yang ada di mata mereka. Opsin tersebut memungkinkan capung menangkap panjang gelombang hingga sekitar 720 nanometer, tepat di batas antara cahaya merah dan inframerah dekat. Ini bukan penglihatan inframerah seperti kamera thermal, tetapi cukup untuk memberi mereka lapisan informasi tambahan yang tidak terlihat oleh manusia.

Sinyal Tersembunyi di Tubuh Capung

Yang membuat temuan ini menarik bukan sekadar kemampuan melihat spektrum lebih luas, tetapi fungsinya. Peneliti menemukan bahwa tubuh jantan dan betina memantulkan cahaya secara berbeda pada panjang gelombang merah hingga inframerah.

Perbedaan ini hampir tidak terlihat di spektrum biasa. Namun, bagi capung ini, sinyal tersebut jelas yang berarti mereka bisa membedakan pasangan potensial saat terbang cepat hanya dari kode warna tersembunyi yang tidak bisa ditangkap oleh sebagian besar makhluk lain.

Efisiensi di Dunia Serba Cepat

Capung dikenal sebagai pemburu udara yang presisi. Mereka harus bergerak cepat, mengambil keputusan dalam hitungan detik, termasuk saat mencari pasangan. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan mengenali perbedaan visual yang sangat halus menjadi keunggulan besar.

Dengan akses ke spektrum yang lebih luas, capung tidak perlu bergantung pada warna mencolok atau sinyal fisik lain yang lebih lambat diproses. Sistem visual mereka bekerja seperti filter tambahan yang langsung menyoroti target yang relevan.

Bukti dari Studi Molekuler

Temuan ini tidak berhenti di observasi perilaku. Studi molekuler menunjukkan bahwa opsin pada capung ini termasuk yang paling sensitif terhadap panjang gelombang panjang dibandingkan serangga lain. Bahkan, dalam eksperimen laboratorium, protein ini menunjukkan potensi untuk merespons cahaya mendekati inframerah dengan lebih kuat.

Peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan ini kemungkinan besar berkembang sebagai adaptasi evolusioner, khususnya untuk meningkatkan akurasi dalam mengenali pasangan.

Cara Baru Melihat Dunia Serangga

Penemuan ini menambah bukti bahwa dunia visual serangga jauh lebih kompleks dari yang selama ini dipahami. Bagi manusia, warna adalah sesuatu yang terlihat jelas di permukaan. Namun bagi capung seperti Asiagomphus melaenops, ada lapisan lain yang bekerja di baliknya, lapisan yang menentukan interaksi penting seperti reproduksi.

Dengan kata lain, apa yang terlihat biasa bagi manusia bisa jadi penuh informasi bagi makhluk lain. Dan dalam kasus capung ini, warna tersembunyi itu menjadi kunci untuk menemukan pasangan di tengah pergerakan yang cepat dan kompetitif.

Sumber: Sci.news, Science Direct



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya