Astronom Deteksi "Laser Antariksa" Pemecah Rekor dari Jarak 8 Miliar Tahun Cahaya

Nadhira Izzati A
16/4/2026 11:35
Astronom Deteksi
Galaksi H-ATLAS J142935.3-002836 yang ditangkap dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Observatorium Keck.(NASA)

PARA astronom baru saja mencatatkan sejarah dengan mendeteksi "laser antariksa" terjauh dan paling terang yang pernah diobservasi. Sinyal dahsyat yang dikenal sebagai megamaser ini menempuh perjalanan selama 7,82 miliar tahun cahaya untuk mencapai Bumi dan berasal dari masa ketika alam semesta baru berusia sekitar setengah dari usianya saat ini.

Penemuan fenomenal ini ditangkap oleh teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan. Fenomena yang secara teknis disebut hydroxyl megamaser ini memberikan wawasan baru bagi para ilmuwan mengenai kondisi ekstrem di alam semesta yang mampu memperkuat sinyal kosmik melintasi jarak yang luar biasa luas.

Lahir dari Tabrakan Galaksi

Sinyal ini berasal dari sistem galaksi bernama HATLAS J142935.3–002836. Kekuatannya yang luar biasa membuat objek ini melampaui status megamaser biasa dan masuk ke dalam kategori langka yang disebut gigamaser, dengan tingkat kecerahan hingga miliaran kali lebih kuat dari maser standar.

Fenomena ini terjadi ketika dua galaksi besar bertabrakan dan menyatu. Interaksi gravitasi yang sangat kuat menekan gas-gas di dalamnya, memicu ledakan kelahiran bintang baru secara masif. 

Radiasi yang timbul kemudian merangsang molekul hidroksil di dalam gas padat tersebut untuk menyerap dan memancarkan kembali energi dalam bentuk gelombang radio intens, menciptakan efek "laser" alami di ruang angkasa.

Bantuan Alami dari Lensa Gravitasi

Meskipun gigamaser ini sangat terang, keberhasilan pendeteksiannya sangat bergantung pada fenomena lensa gravitasi. 

Lensa gravitasi terjadi ketika ada galaksi lain di latar depan yang massanya melengkungkan struktur ruang-waktu, sehingga bertindak layaknya kaca pembesar alami bagi objek di belakangnya.

"Kami melihat padanan radio dari laser di separuh alam semesta. Selama perjalanannya ke Bumi, gelombang radio tersebut diperkuat lebih lanjut oleh galaksi latar depan yang sejajar sempurna namun tidak terkait. Galaksi ini bertindak sebagai lensa, seperti tetesan air pada kaca jendela, karena massanya melengkungkan ruang-waktu setempat,” jelas Thato Manamela, astrofisikawan dari University of Pretoria yang memimpin tim riset ini.

Pecahkan Rekor Baru

Temuan ini secara signifikan memecahkan rekor jarak sebelumnya yang berada di angka 5 miliar tahun cahaya. Letaknya yang sangat jauh menjadi keuntungan bagi para peneliti karena mereka dapat mengamati kondisi alam semesta dari masa yang sangat awal.

"Sinyal tersebut ter-lensa secara gravitasi, yang meningkatkan kecerahan dan memberikan efek pembesaran alami. Kombinasi ini menjadikannya salah satu hydroxyl megamaser paling jauh dan paling kuat yang diketahui," ungkap Manamela.

Penemuan yang akan dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society Letters ini membuktikan potensi besar teknologi teleskop masa kini, khususnya MeerKAT, dalam mengungkap sejarah pembentukan galaksi dan misteri evolusi alam semesta.  (Science Alert/The Economic Times/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya