Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Komet C/2025 R3 atau PanSTARRS, pertama kali dideteksi oleh survei Pan-STARRS di Hawaii pada September 2025 dan kini komet tersebut tengah menuju titik terdekatnya dengan Matahari.
Komet yang diperkirakan hanya melintasi Tata Surya setiap 170.000 tahun sekali ini mulai menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan.
Selain itu sejak awal April ini, aktivitas komet terpantau semakin intens seiring pergerakannya yang mendekati pusat tata surya.
Peningkatan intensitas cahaya Komet C/2025 R3 dipicu oleh proses sublimasi, di mana es dan material volatil pada inti komet berubah menjadi gas saat terpapar panas Matahari. Proses ini menciptakan koma—awan debu dan gas yang menyelimuti inti—serta ekor komet yang dapat membentang hingga jutaan kilometer.
Berdasarkan perhitungan orbital, komet ini akan mencapai titik perihelion (jarak terdekat dengan Matahari) pada tanggal 19 hingga 20 April 2026.
Pada fase inilah komet diprediksi mencapai tingkat aktivitas maksimum, yang berpotensi membuatnya cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang, terutama di wilayah dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.
Bagi para pengamat di Belahan Bumi Utara, peluang terbaik untuk menyaksikan fenomena ini berlangsung sejak saat ini hingga 21 April mendatang, dengan waktu pengamatan paling ideal adalah sekitar 90 menit hingga dua jam sebelum matahari terbit.
Para ahli menyarankan untuk melihat area rendah di cakrawala sebelah timur. Selain itu, meski berpotensi dapat diamati dengan mata telanjang, penggunaan binokular sangat disarankan untuk mendapatkan hasil maksimal sebelum cahaya fajar memudarkan pendaran komet.
Meski diprediksi akan sangat cerah, visibilitas komet tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan cuaca setempat.
Jangan lewatkan dua tanggal krusial dalam perjalanan Komet PanSTARRS bulan ini:
Kehadiran komet ini bukan hanya menjadi objek penelitian berharga bagi para ilmuwan untuk memahami material purba tata surya, tetapi juga menjadi pemandangan langka bagi masyarakat umum sebelum komet tersebut kembali berkelana ke ruang angkasa dalam waktu yang sangat lama.
Sumber: USA today, CPG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved