Peneliti Ungkap Alasan Roti Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik

Abi Rama
15/4/2026 21:40
Peneliti Ungkap Alasan Roti Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik
Ilustrasi roti(freepik)

ROTI selama ini dikenal sebagai salah satu makanan pokok yang telah lama menjadi bagian dari pola makan manusia di berbagai belahan dunia. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi roti dan makanan tinggi karbohidrat lainnya mungkin memiliki dampak yang lebih kompleks terhadap tubuh, terutama dalam hal metabolisme dan kenaikan berat badan.

Studi yang dilansir dari Science Daily ini dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin Profesor Shigenobu Matsumura dari Osaka Metropolitan University, Jepang. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana karbohidrat memengaruhi perilaku makan dan penggunaan energi dalam tubuh.

Dalam eksperimen tersebut, para peneliti mengamati perilaku makan tikus yang diberikan berbagai pilihan makanan, termasuk roti, tepung gandum, dan tepung beras, selain pakan standar. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus memiliki kecenderungan kuat untuk memilih makanan tinggi karbohidrat dan bahkan meninggalkan pakan utamanya.

Menariknya, meski asupan kalori tidak meningkat secara signifikan, tikus-tikus tersebut tetap mengalami kenaikan berat badan dan penambahan lemak tubuh.

Bukan Karena Makan Lebih Banyak

Penelitian lebih lanjut mengungkap bahwa kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh makan berlebihan. Melalui analisis penggunaan energi menggunakan metode kalorimetri tidak langsung, ditemukan bahwa tubuh tikus justru membakar energi lebih sedikit.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kenaikan berat badan bukan karena makan lebih banyak, melainkan karena tubuh menggunakan energi lebih sedikit,” ujar profesor Matsumura dikutip dari laman yang sama.

Selain itu, terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh, seperti peningkatan kadar asam lemak dalam darah dan penurunan asam amino esensial. Di organ hati, ditemukan adanya penumpukan lemak serta peningkatan aktivitas gen yang berperan dalam produksi dan distribusi lemak.

Peneliti juga menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi tepung beras mengalami kenaikan berat badan yang serupa dengan yang mengonsumsi tepung gandum. Hal ini menunjukkan bahwa efek tersebut tidak hanya disebabkan oleh gandum secara spesifik, melainkan oleh preferensi tinggi terhadap karbohidrat secara umum.

“Temuan ini mengindikasikan bahwa kenaikan berat badan kemungkinan bukan disebabkan oleh efek spesifik gandum, tetapi oleh preferensi kuat terhadap karbohidrat dan perubahan metabolisme yang menyertainya,” lanjut Matsumura.

Perubahan Pola Makan Beri Dampak Cepat

Ketika tepung gandum dihilangkan dari pola makan tikus, para peneliti melihat adanya perbaikan yang cukup cepat pada berat badan dan kondisi metabolisme.

“Perubahan menuju pola makan yang lebih seimbang dapat membantu mengatur berat badan dengan lebih efektif,” kata Matsumura.

Meski penelitian ini masih dilakukan pada hewan, hasilnya membuka peluang untuk memahami lebih dalam hubungan antara karbohidrat dan metabolisme pada manusia.

Matsumura menambahkan bahwa penelitian lanjutan akan mengkaji peran biji-bijian utuh, makanan tinggi serat, serta kombinasi karbohidrat dengan protein dan lemak, termasuk metode pengolahan dan waktu konsumsi.

Sumber: Science Daily.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya