Yuk Ikut Pelatihan AI Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026, Gratis dan Bersertifikat

Iis Zatnika
14/4/2026 13:04
Yuk Ikut Pelatihan AI Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026, Gratis dan Bersertifikat
Jumpa media Badan Ekraf Developer Talent 2026: Productivity with AI Bootcamp di Jakarta, hari ini.(MI/Iis Zatnika)

Ikut kursus kecerdasan buatan (AI) yuk, buat memacu produktivitas di berbagai bidang profesi yang kamu geluti. Ada kursus tak berbayar yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Program pelatihan yang ditargetkan diikuti 2.200 itu bernama Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026. 

Program diselenggarakan pada 13 April 2026 hingga 31 Mei 2026 yang terdiri atas 2 sesi pelatihan daring dan 1 pelatihan tatap muka. Syaratnya, WNI, semua usia, terhubung dengan laptop atau PC, serta bersedia mengikuti kelas yang bisa kamu lakukan dimana pun kapan pun, selama kamu bisa mengakses internet. Sedangkan pada kelas luring, terlebih dahulu akan dilakukan seleksi pada peserta.

"Pendaftaran masih kami buka di https://bdt.dicoding.com, baru satu hari dibuka sudah terdaftar 2.000 peserta. Nanti peserta akan mendapatkan akses belajar dan sertifikat. Pada sesi daring pertama peserta akan mendapat pelajaran tentang AI untuk produktivitas, dilanjutkan kelas generator AI. Jadi BDT ini sifatnya mengajarkan aspek pratikal AI, AI Mastery, serta eksklusif offline workshop," kata Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam dalam jumpa media Badan Ekraf Developer Talent 2026: Productivity with AI Bootcamp di Jakarta, hari ini.

Neil menyebutkan, di awal diskusi pematangan program ini pihaknya sempat bermaksud mengkhususkan kegiatan untuk para developer. Namun, kemudian diputuskan untuk ditujukan bagi masyarakat umum berdasarkan sistem beasiswa atau tak berbayar. Proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, namun juga praktik. 

Analis Data Analitik PricewaterhouseCoopers Albert Salomo, peserta kegiatan AI yang sebelumnya diselenggarakan Kementerian Ekraf menyatakan ia mendapatkan pembelajaran AI dari dasar hingga menjadi modalnya melamar ke perusahaan konsultan tersebut. 

"Yang pasti AI itu menghemat waktu, seseorang dalam bidang kerja apa pun, juga perusahaan sebaiknya memang mengalokasikan waktu, biaya, dan tenaga untuk mempelajari serta mengimplementasikan AI," kata Albert. 

CEO Dicoding Narenda Wicaksono, pelaksana kegiatan BDT 2026 menyatakan program dilakukan intensif multi-level, mengombinasikan pendalaman kemampuan teknis (hard-skill) dan kemampuan interpersonal (soft-skill) berbasis kurikulum industri global. "Program ini ditujukan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan luaran instansi pendidikan melalui penciptaan talenta digital berdaya saing unggul," kata Narendra. 

Sejak dilaksanakan pada 2016, program BDT telah melatih lebih dari 40.000 talenta digital dan menghasilkan 15.168 talenta bersertifikat, dengan nilai dampak mencapai 36 kali lipat dari investasi program. Pada 2026, BDT, kata Narendra, dilaksanakan pihaknya sebagai Google Authorized Training Partner. (X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya