Google Hapus Doki Doki Literature Club dari Play Store Terkait Konten Sensitif

Nadhira Izzati A
13/4/2026 10:58
Google Hapus Doki Doki Literature Club dari Play Store Terkait Konten Sensitif
Game horor psikologis Doki Doki Literature Club dihapus dari Google Play Store. Keputusan ini memicu perdebatan soal sensor konten dan kebijakan platform digital.(Epilogue Game)

DUNIA game seluler dikejutkan dengan langkah mendadak Google yang menghapus game horor psikologis populer, Doki Doki Literature Club! (DDLC), dari Google Play Store. Penghapusan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah game tersebut resmi meluncur di platform Android pada Desember 2025. 

Pengembang Dan Salvato beserta penerbit Serenity Forge mengungkapkan Google mengambil tindakan tersebut karena menganggap konten dalam novel visual ini melanggar persyaratan layanan, khususnya dalam hal penggambaran tema-tema sensitif. 

Padahal, game ini telah lama diakui secara luas karena kemampuannya menggambarkan isu kesehatan mental dengan cara yang sangat mendalam dan bermakna bagi para pemain di seluruh dunia.

Meskipun DDLC menampilkan gaya seni yang menyerupai simulasi kencan biasa, para pemain akan segera dihadapkan pada tema serius seperti depresi dan bunuh diri. Tim pengembang sebenarnya telah menerapkan perlindungan yang ketat, termasuk label "Dewasa 17+" yang seharusnya mengaktifkan kontrol orangtua pada perangkat anak-anak. 

Selain itu, mereka sangat terbuka mengenai isi kontennya melalui peringatan eksplisit di awal permainan bahwa, "Game ini tidak cocok untuk anak-anak atau mereka yang mudah terganggu," yang merupakan baris pertama yang ditemui pemain saat membuka game. Mereka juga menambahkan bahwa "Peringatan konten dalam game untuk materi semacam itu dapat diaktifkan di menu Pengaturan kapan saja."

Keputusan Google ini memicu perdebatan mengenai potensi penyensoran di platform digital. Banyak pihak mempertanyakan mengapa game tersebut baru dipermasalahkan sekarang setelah tersedia selama berbulan-bulan, terutama ketika platform besar lain seperti iOS, PlayStation, dan Nintendo Switch tetap mengizinkannya. 

Beberapa pengamat industri mengaitkan kejadian ini dengan tren pengetatan kebijakan dari penyedia layanan pembayaran terhadap konten dewasa yang kini mulai merambah ke tema kekerasan dan horor. 

Seniman independen Suzanne Sharp, yang sebelumnya merupakan seniman karakter untuk Castlevania dan Castlevania: Nocturne, turut memberikan tanggapan keras melalui unggahannya di media sosial.

“Mereka mengincar genre horor, kami sudah bilang ini akan terjadi. Ini tidak pernah hanya tentang pornografi. Bahkan jika Anda tidak peduli dengan pornografi, hal ini akan terus menyebar hingga melahap semua yang Anda cintai."

Hingga saat ini, listing DDLC di Play Store masih belum tersedia, dan Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan spesifik atau kemungkinan pemulihan game tersebut. Serenity Forge menegaskan bahwa mereka terus berupaya mencari jalan keluar agar DDLC dapat kembali ke Google Play Store, sembari menjajaki metode distribusi alternatif bagi para pengguna Android. 

Meskipun akses di Play Store tertutup, versi gratis maupun versi berbayar "Plus" tetap dapat dinikmati di berbagai platform lain di mana game ini telah mencapai puluhan juta unduhan secara global. (Engadget/GameSpot/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya