Banyak Permintaan, Unihertz Titan 2 Elite Catatkan Rekor Pendanaan di Kickstarter

Muhammad Ghifari A
06/4/2026 20:15
Banyak Permintaan, Unihertz Titan 2 Elite Catatkan Rekor Pendanaan di Kickstarter
Permintaan untuk Titan 2 Elite mencapai level yang mengesankan.(Doc PhoneArena)

PONSEL terbaru dari Unihertz, yakni Unihertz Titan 2 Elite, mencatat pencapaian impresif dalam kampanye pendanaan di Kickstarter.

Hanya dalam waktu 11 menit, perangkat ini berhasil melampaui target awal sebesar $100.091 (sekitar Rp1,6 miliar). Kini, dengan dukungan lebih dari 6.000 backer, total dana yang terkumpul telah menembus $3 juta (sekitar Rp48 miliar).

Sebagai penerus dari Titan 2, Titan 2 Elite hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan. Ponsel ini mengusung layar AMOLED 4,03 inci yang lebih ringkas dibandingkan layar LCD 4,5 inci pada generasi sebelumnya.

Tersedia dalam dua varian, yakni standar dan Pro, perangkat ini menawarkan performa tinggi berkat chipset MediaTek. Model standar ditenagai Dimensity 7400, sementara varian Pro menggunakan Dimensity 8400. Keduanya diproduksi oleh TSMC dengan proses fabrikasi 4nm N4.

Untuk memori, kedua model sama-sama dibekali RAM 12GB. Penyimpanan internal tersedia dalam opsi 256GB untuk versi standar dan 512GB untuk versi Pro.

Di sektor fotografi, Titan 2 Elite dilengkapi kamera utama 50MP dan kamera telefoto 50MP, serta kamera depan 32MP untuk kebutuhan swafoto.

Ponsel ini juga dibekali baterai 4050mAh dengan teknologi anoda silikon-karbon yang mendukung pengisian cepat 33W. Model standar dijadwalkan rilis pada Juli 2026, sementara varian Pro menyusul pada Oktober 2026.

Menariknya, kedua model akan langsung menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapatkan pembaruan hingga Android 20, serta update keamanan hingga tahun 2031.

Di Kickstarter, harga Titan 2 Elite varian standar dibanderol $389 (sekitar Rp6,2 juta), sementara varian Pro dijual $479 (sekitar Rp7,7 juta), masing-masing dengan diskon 20%.

Kembalinya Minat pada Keyboard Fisik

Kesuksesan ini juga menandai meningkatnya kembali minat terhadap ponsel dengan keyboard fisik. Tren ini disebut dipengaruhi oleh faktor nostalgia, terutama sebelum era layar sentuh populer sejak kemunculan iPhone.

Selain itu, sebagian pengguna menilai keyboard fisik masih lebih nyaman untuk mengetik pesan panjang atau email dibandingkan layar sentuh.

Keberhasilan Unihertz meraih pendanaan besar menjadi bukti bahwa meski pasar didominasi layar sentuh, segmen pengguna yang menginginkan pengalaman mengetik klasik masih tetap ada.

Sumber: Phone Arena



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya