Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTAGRAM kembali melakukan pembaruan pada sistem rekomendasinya. Kali ini, platform milik Meta tersebut memperluas fitur kontrol algoritma ke seluruh pengguna berbahasa Inggris di berbagai negara. Fitur ini memungkinkan pengguna memiliki kendali lebih langsung terhadap konten yang muncul di feed mereka, khususnya di Reels.
Langkah ini menandai perubahan pendekatan Instagram. Selama bertahun-tahun Instagram mengandalkan algoritma tertutup untuk menentukan apa yang dilihat pengguna setiap hari.
Fitur kontrol algoritma ini difokuskan pada Reels, format video pendek yang saat ini menjadi tulang punggung distribusi konten Instagram. Melalui menu khusus di tab Reels, pengguna dapat memilih topik yang ingin lebih sering direkomendasikan, sekaligus mengurangi kemunculan konten dari kategori tertentu.
Pengguna tidak perlu lagi hanya mengandalkan likes, komentar, atau durasi tontonan untuk “melatih” algoritma. Preferensi bisa disampaikan secara langsung, dan sistem akan menyesuaikan rekomendasi berdasarkan pilihan tersebut.
Instagram menyebut perluasan fitur ini sebagai respons atas masukan pengguna yang merasa rekomendasi konten sering kali tidak relevan atau terlalu repetitif. Reels dinilai sebagai area paling problematik karena algoritmanya bekerja sangat agresif dan cepat membentuk pola konsumsi.
Dengan kontrol baru ini, pengguna juga bisa mengatur ulang sinyal minat mereka jika feed dirasa sudah melenceng dari ketertarikan awal. Proses penyesuaian tidak lagi harus menunggu perubahan perilaku dalam waktu lama.
Saat ini, fitur tersebut baru tersedia bagi pengguna yang menggunakan Instagram dalam bahasa Inggris. Sebelumnya, Instagram telah melakukan uji coba terbatas di Amerika Serikat sebelum akhirnya merilisnya secara lebih luas.
Belum ada keterangan resmi mengenai kapan fitur serupa akan tersedia untuk pengguna dengan bahasa lain. Namun, pola peluncuran ini menunjukkan bahwa Instagram masih mengamati efektivitas dan respons pengguna sebelum memperluas jangkauannya.
Perluasan kontrol algoritma ini mencerminkan upaya Instagram untuk tampil lebih transparan di tengah sorotan global terhadap praktik rekomendasi konten media sosial. Selama ini, algoritma kerap dianggap bekerja tanpa kejelasan dan sulit dikendalikan oleh pengguna.
Dengan memberi ruang bagi pengguna untuk ikut mengatur konten yang mereka lihat, Instagram mulai menggeser posisi algoritma dari pengendali penuh menjadi alat yang bisa diarahkan. Bagi pengguna, pembaruan ini membuka peluang untuk pengalaman berselancar yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan sehari-hari. (Social Media Today/TheKeyword/Z-2)
Prof Harris menegaskan pentingnya melampaui dogma hukum klasik dan mendorong algoritma dapat digugat secara hukum demi keadilan korban
Generasi Z berada di ambang sejarah: untuk ditempatkan di tangan mesin atau makhluk yang mampu memanipulasinya secara sadar.
Spotify memperkenalkan Prompted Playlist untuk podcast, memungkinkan personalisasi berdasarkan mood dan genre, serta memberi keuntungan bagi pengguna dan kreator podcast.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Di era AI 2026, penguasaan algoritma dan struktur data tetap menjadi kunci gaji tinggi. Pelajari rahasia efisiensi kode dan Green Coding di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved