Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASKAPAI Qantas mengatakan terpaksa menunda beberapa penerbangan ke Afrika Selatan pada menit-menit terakhir. Penundaan itu akibat peringatan mengenai puing-puing roket SpaceX milik Elon Musk yang kembali memasuki atmosfer Bumi.
Ben Holland, kepala pusat operasi Qantas, mengatakan sering kali hanya ada sedikit pemberitahuan sebelumnya mengenai lokasi jatuhnya roket di Samudra Hindia bagian selatan – zona masuk kembali yang dipilih perusahaan antariksa tersebut karena lokasinya yang terpencil. Hal ini menyebabkan maskapai harus menunda penerbangan rute Sydney-Johannesburg.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami harus menunda beberapa penerbangan antara Johannesburg dan Sydney karena peringatan yang diterima dari Pemerintah AS terkait masuknya kembali roket SpaceX di area luas Samudra Hindia bagian selatan,” kata Holland.
“Walaupun kami berusaha melakukan perubahan jadwal sebelumnya, peluncuran terbaru sering kali mengalami perubahan waktu secara mendadak, yang membuat kami harus menunda penerbangan sesaat sebelum keberangkatan. Tim kami segera memberitahu pelanggan tentang perubahan jadwal penerbangan begitu kami mengetahui dampaknya.”
Maskapai menerima peringatan yang mencakup koordinat geografis dan waktu masuk kembali roket, tetapi informasi tersebut dapat berubah pada waktu yang sangat singkat, bahkan hingga waktu keberangkatan.
“Pelanggan umumnya memahami bahwa hal ini berada di luar kendali maskapai dan kami tidak dapat terbang di area tersebut saat roket sedang kembali memasuki atmosfer,” ujar Holland.
“Kami sedang berkomunikasi dengan SpaceX untuk melihat apakah mereka dapat mempersempit area dan jendela waktu masuk kembali roket agar dapat meminimalkan gangguan bagi penumpang kami di rute ini.”
The Guardian memahami South African Airways juga terdampak operasi SpaceX. SpaceX telah dihubungi untuk memberikan komentar. (The Guardian/Z-3)
Kinerjanya disebut sebanding dengan Falcon 9 milik SpaceX, dan mampu menempatkan konstelasi hingga 36 satelit ke orbit dalam satu kali peluncuran.
Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh narasi viral mengenai ide "membungkus Matahari".
Administrator NASA Jared Isaacman umumkan rencana pembangunan pangkalan manusia permanen di Bulan mulai 2027.
Rencana SpaceX dan Reflect Orbital meluncurkan jutaan pusat data serta cermin raksasa ke orbit memicu kemarahan astronom. Langit malam terancam berubah selamanya.
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Elon Musk berencana membangun pabrik satelit AI di Bulan menggunakan sumber daya lunar. Ia mengusulkan penggunaan "ketapel" elektromagnetik untuk meluncurkan satelit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved