Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa. Di kawasan Asia Tenggara, potensi e-commerce di Indonesia adalah yang terbesar. Potensi ekonomi digital Indonesia pada 2021 tercatat sebesar US$53 miliar dan diperkirakan bakal melesat menjadi US$104 miliar pada 2025 mendatang.
Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) Ade Sukmawati mengatakan, besarnya potensi tersebut melahirkan peluang bisnis digital yang inovatif dan membutuhkan kreativitas.
Beberapa jenis peluang bisnis tersebut antara lain financial technology (fintech), lokapasar (e-commerce), internet of thing (IoT), dan on demand service. Yang terakhir ini sudah dilakukan oleh GoJek dan Grab Indonesia. Yang lainnya adalah bisnis di bidang kecantikan maupun olah foto dan video.
Baca juga : Masyarakat Harus Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru via Transformasi Digital
“Syaratnya adalah harus memiliki kecakapan di bidang teknologi. Tak hanya bisa mengoperasikan perangkat teknologi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebaiknya bisa mengoptimalkan manfaatnya agar berguna bagi orang banyak,” ujar Ade dalam workshop Literasi Digital bertajuk Wirausaha Kreatif dari Ide Bisnis yang Inovatif di Era Digital.
Ade menyarankan, untuk mengembangkan bisnis di era digital sekarang ini, syarat utama adalah mampu memahami syarat dan ketentuan platform dalam menyediakan layanan bisnis. Berikutnya adalah bisa memilih media atau platform yang tepat untuk bisnis yang hendak dikembangkan. Optimalisasi penggunaan fitur yang ada dalam platform juga penting dan tak bisa diabaikan.
Baca juga : Digitalisasi Jadi Langkah Awal UMKM Bersaing di Pasar Global
Untuk menggali kreativitas dan inovasi, menurut pegiat UMKM Deny Yudiantoro, adalah dengan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Lalu, tak lelah belajar mencari ilmu dari berbagai sumber yang ada. Penggunaan ponsel cerdas untuk hal konsumtif, bukan hal produktif, sebaiknya dihindari atau dikurangi. Terakhir adalah selalu ada hasrat untuk belajar atau memiliki pengetahuan baru.
“Apabila itu semua sudah dilakukan, jangan lupa untuk membangun kolaborasi bisnis dengan pihak lain. Berani ambil risiko dan sebaiknya punya visi dan misi yang jelas ke depannya,” tutur Deny.
Deny memberikan tips bagi generasi muda agar bisa berpikir kreatif dan inovatif. Menurut dia, aktif di kegiatan kemanusiaan juga dapat menjadi celah membangun jejaring; belajar berorganisasi di kampus; berpartisipasi dalam membangun iklim wisata; serta berkolaborasi membangun desa. Cara-cara tersebut dinilainya dapat menggali potensi dalam diri generasi muda.
Mengenai ragam bisnis yang bisa dikembangkan di era digital sekarang ini, Dosen UIN SATU dan wirausahawan Dian Ikha Pramayanti mencontohkan, penjualan busana dan aksesoris adalah salah satu peluang besar yang dapat dikerjakan.
Selain itu, penjualan alat kecantikan dan kosmetik, gawai dan elektronik, makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, adalah sederet peluang yang bisa dikembangkan sebagai ladang usaha.
“Manfaatkan media sosial untuk membangun bisnis tersebut. Sebab, mayoritas pengguna internet di Indonesia memiliki media sosial dan banyak meluangkan waktu untuk mengakses media sosial,” kata Dian.
Apabila sudah memulai membangun bisnis di ruang digital, ia menyarankan agar etika bisnis tetap dilakukan. Etika tersebut antara lain berupa interaksi positif dengan pelanggan, membuat konten bermanfaat, menggunakan elemen visual yang menarik, serta memberi respons cepat terhadap segala masukan pelanggan.
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
PENGELOLA jaringan minuman dan makanan, PT PWN berhasil memangkas kerugian hingga 74 persen berkat strategi efisiensi operasional dan diversifikasi lini bisnis non-ritel.
Gangguan sistem atau downtime menjadi ancaman serius bagi produktivitas perusahaan. Simak solusi infrastruktur IT dari PT Nusa Network Prakarsa.
Kualitas pendidikan bisnis menjadi faktor penentu daya saing nasional. Standar global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Jika geocoding tradisional sering kali hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, inovasi ini memungkinkan pengguna menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved