Upaya Peneliti Membangunkan si Gajah Purba

Dailymail/Rbth/Rkp/L-2
08/9/2018 11:00
Upaya Peneliti Membangunkan si Gajah Purba
(Ist)

MEMBANGKITKAN hewan prasejarah mungkin dapat diwujudkan dalam beberapa tahun lagi. Manusia hidup berdampingan dengan hewan purba pun mungkin suatu saat nanti bukan hanya hal fiktif.

Hal tersebut disimpulkan setelah tim peneliti dari Rusia dan Korea Selatan mengambil sampel sel dari fosil kuda berusia 40 ribu tahun.

Kuda yang diperkirakan mati saat berumur 20 hari itu ditemukan di lapisan tanah beku dari kawah Siberia yang dikenal sebagai 'mulut neraka'. Seluruh jaringan sel dan otot kuda tersebut masih utuh sehingga peneliti dapat mengambil sampelnya untuk penelitian bioteknologi.

Spesialis Kloning, Profesor Hwang Woo-suk, yang terbang dari Seoul, mengatakan jika berhasil menemukan sel hidup, peneliti akan melakukan upaya terbaik untuk mengkloning hewan itu. Jenis kuda yang mirip dengan spesies Lenskaya yang telah punah pun akan digunakan sebagai kuda pengganti.

Dalam pengkloningan, peneliti akan membuat embrio kloning kuda bayi tersebut. Setelah embrio dapat dibuat, mereka akan memindahkannya ke rahim kuda pengganti.

 

Kloning mamut

Di masa mendatang, jika para peneliti berhasil melakukannya, hal tersebut akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan tujuan utama mereka, yaitu membangkitkan mamut dari kepunahan.

Prosesnya diprediksi lebih sulit jika dibandingkan dengan pengkloningan kuda. Sebabnya, antara kuda purba dan kuda zaman modern lebih banyak memiliki kesamaan jika dibandingkan dengan antara gajah dan mamut.

Dalam pengkloningan mamut, peneliti akan menggunakan teknik yang paling banyak digunakan, yaitu CRISPR/Cas9.

Teknik tersebut telah mengubah rekayasa genetika sejak kali pertama ditunjukkan pada 2012 karena memungkinkan manipulasi untai dan sisip susunan DNA dengan presisi yang lebih baik yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Teknik tersebut memungkinkan para ilmuwan menciptakan hewan hibrida dari fosil mamut berbulu yang diawetkan dan menggabungkannya dengan sel-sel gajah hidup, dalam hal ini ialah gajah asia. Gajah tersebut dipilih karena struktur mamut dapat dibandingkan dengannya. Kedua spesies tersebut juga berbagi 99,4% DNA.

Dengan menggunakan teknik itu, para ilmuwan dapat memotong dan menempelkan DNA mamut yang diawetkan ke dalam gajah asia untuk menciptakan makhluk hibrida, gajah-mamut.

Secara singkat, proses kloning mamut dimulai dengan ekstraksi DNA dari spesimen/bagian-bagian tubuh mamut beku yang telah banyak ditemukan di Rusia.

Langkah selanjutnya ialah penyambungan DNA dengan sel-sel kulit dari gajah asia modern. Sel-sel kulit tersebut akan diprogram ulang untuk menjadi sel induk/punca, lalu ditambahkan ke sel telur dari gajah asia.

Tahap selanjutnya ialah sel telur tersebut akan dirangsang untuk berubah menjadi embrio yang akan ditempatkan di rahim buatan.

Dengan teknologi saat ini, upaya menghidupkan kembali mamut sudah menjadi prospek yang realistis. Menurut ilmuwan, prosesnya membutuhkan waktu antara 5 dan 30 tahun. Akan tetapi, hasilnya belum dapat diprediksi karena selama ini tidak ada hewan kloning yang dapat bertahan hidup lebih dari beberapa jam.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya