Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebelum terjadinya peristiwa ledakan bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasura, RA keluar dari rumahnya tanpa pamit kepada orang tuanya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan hal-hal yang sulit dan pada waktunya akan paham.
Bukti bahwa masyarakat Jateng tidak takut dengan aksi teror bom bunuh diri itu adalah aktivitas terjadi seperti biasa dan tidak terjadi kepanikan maupun trauma di kalangan masyarakat.
Pantauan di lapangan, Selasa (4/6), menunjukkan ada peningkatan jumlah personel dari kepolisian yang melakukan penjagaan di Pelabuhan Merak, dibandingkan sebelumnya.
Namun, penyidik Densus 88 Antiteror masih belum meminta keterangan dari RA dan masih menunggu kondisi kesehatan RA pulih.
Menurut MUI, Islam jelas-jelas mencela praktik bom bunuh diri.
Tidak ada penambahan personel yang ditempatkan pascateror bom tersebut.
Sekitar pukul 23.45 WIB, terjadi ledakan yang mengakibatkan pelaku roboh dan luka-luka di depan pos.
Dari hasil olah TKP dan sejumlah barang bukti yang disita dari rumah orangtua RA, disimpulkan bom pinggang yang digunakan RA memiliki daya ledak rendah.
Belum ada indikasi yang menunjukkan bahwa pelaku terkait dengan jaringan teroris tertentu. Polisi masih terus mendalami keterkaitan pelaku dengan jaringan-jaringan teroris yang ada.
Dari informasi warga, Rofik diduga pergi bersama teman-temannya selama menghilang dari rumah.
Ketua RT 01/ RW 02 Kranggan Kulon, Wirogunan Joko Suwanto mengaku Rofik diketahui berubah usai lulus MAN dan kemudian bekerja di Kota Solo.
Polisi menduga pelaku beraksi di bulan Ramadan karena doktrin yang menganggap aksi di bulan suci membuat mereka mati syahid dan masuk surga.
Ganjar meminta masyarakat Jateng tetap beraktivitas normal seperti hari-hari biasa.
Pelaku yang diketahui bernama Rofik Asharudin, 22, dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat dari anggota Densus 88 Antiteror serta Brimob Polda Jateng.
Meski begitu, petugas tetap melaksanakan tugas dalam rangka mengatur kelancaran arus lalu lintas di persimpangan yang mempertemukan kendaraan dari arah Solo, Semarang, dan Yogyakarta itu.
Polda Jawa Tengah masih terus menelisik intensif kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh terduga Raufik Asharudin, di depan Pospam Lebaran 2019 Tugu Kartasura,pada Senin (3/6) tengah malam.
Korban yang diduga juga pelaku ini tinggal bersama orangtuanya di Kampung Kranggan RT 01 RW 02, Desa Wirogunan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Proses yang saat ini dilakukan petugas kepolisian, yaitu melakukan olah TKP untuk menentukan jenis bahan peledak, komposisi, dan profil pelaku.
Ganjar juga meminta kepada semua pihak agar tidak menyebarluaskan rekaman visual foto maupun video terkait ledakan bom bunuh diri di Kartasura.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved