Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Gempa pertama terjadi pada pukul 05.54 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 6,1 skala Richter mengguncang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Sebab, masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan, mencapai tekanan maksimum, hingga mengalami rilis energi sebagai gempa.
Meskipun berlangsung hanya beberapa detik, tetapi warga yang sedang berada di dalam rumah memilih keluar karena khawatir gempa berlangsung cukup lama.
Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
GEMPA bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang mehunjam dibawah lempeng Eurasia.
Kedua gempa sama-sama dipicu subduksi di lempeng Indo-Australia, namun tidak menimbulkan tsunami.
Lokasi gempa berada 18 kilometer arah Barat Laut Jepara, Jateng. Tepatnya di koordinat 6,69 intang selatan dan 106,14 bujur timur dengan kedalaman 18 kilometer.
Gempa yang terjadi hari Selasa (7/7) pukul 05.44 WIB itu tidak berpengaruh pada seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara. Distribusi BBM tetap berjalan normal.
Putus karena tarikan gaya gravitasi atau roll back slab.
Gempa bumi yang terjadi di Jepara, Jawa Tengah berkekuaran 6.1 SR pada Selasa (7/7) tidak dirasakan oleh warga Jepara, bahkan di dekat titik gempa di Pulau Parang,
Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat tidak ada aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.
Adapun lokasi gempa adalah 53 kilometer arah Barat Laut Jepara, Jateng.
ALAT pendeteksi Early Warning System (EWS) generasi baru ini lebih canggih dari alat pendeteksi dini gempa bumi dan tsunami yang ada di BPBD.
Alat pendeteksi tersebut, lanjut dia, telah dipasang di kantor BPBD setempat karena ada operatornya.
BMKG Padang Panjang, Sumatera Barat, mencatat dalam sepekan terakhir telah terjadi lima kali kejadian gempa bumi di sejumlah wilayah Sumatra Barat.
Yang diperingati ialah upaya kolektif masyarakat, untuk mencegah terjadinya perluasan gurun dengan efek kekeringan.
BMKG menyatakan tidak ada potensi tsunami. Sejauh ini, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa.
Seorang warga Gamping, Sleman, Yanto, mengatakan gempa terasa cukup lama. Bahkan kaca jendela ikut bergetar sehingga membuat seluruh anggota keluarganya keluar rumah.
Lokasi gempa yang terjadi pada pukul 02.33 WIB itu berada di 9,11 Lintang Selatan - 110,85 Bujur Timur dengan kedalaman 63 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Matano segmen Geresa.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved