Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus dalam neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 sebesar US$0,21 miliar yang disebabkan surplus sektor nonmigas sebesar US$1,19 miliar.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,68%.
Di satu sisi ada kenaikan harga tiket. Di sisi lain, transportasi untuk darat juga semakin bagus sehingga konsumen mempunyai pilihan.
BPS mencatat tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 3,32%.
Nilai ekspor Indonesia sejak Januari hingga April tercatat US$53,20 miliar, turun 9,39% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Jika neraca dagang mengalami defisit dalam situasi yang saat ini sedang mengalami ketidakpastian, kata Sri Mulyani, itu akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi bagi ekonomi Indonesia.
RILIS terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan Senin (6/5)
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2019 sebesar 5,07%.
Suhariyanto mengatakan kondisi ini berbeda pada 2018 ketika permulaan Ramadan terjadi pada pertengahan bulan sehingga dampak terhadap inflasi terpecah pada Mei dan Juni.
Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Papua termasuk provinsi yang tercatat dengan kemajuan pembangunan manusianya paling cepat.
Angka kemiskinan dan gini rasio selalu berjalan seiring dan saling menunjang.
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, inflasi pada Maret dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pangan dan kenaikan harga tiket pesawat.
PEMERINTAH harus mulai beralih dari memacu ekspor komoditas menjadi ekspor manufaktur dan jasa untuk menjaga konsistensi neraca perdagangan Indonesia agar tetap surplus.
Ia mengingatkan jangan sampai di satu sisi neraca perdagangannya baik tapi itu kemudian mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Pelemahan tertinggi terjadi pada golongan bahan baku yang merosot sampai 21,11% dari US$11,41 miliar menjadi US$9 miliar.
Harus diperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan neraca perdagangan Februari surplus apakah karena faktor musiman atau lebih karena fundamental perekonomian Indonesia akibat dampak pelemahan ekonomi dunia.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, setiap tahun, pergerakan ekspor dari Januari ke Februari memang selalu mengalami pelemahan.
Untuk dolar AS sendiri, lanjut Ahmad, pada hari ini diperkirakan akan melemah terhadap hampir semua mata uang kuat dunia.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved