Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mendukung keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan Suku Bunga Acuan atau BI Rate di level 6%.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa-Rabu, 15-16 Oktober 2024 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 21,79 poin atau 0,29% ke posisi 7,648,74.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (16/10) dibuka menguat 49 poin atau 0,31% menjadi Rp15.540 per dolar AS.
Bank Indonesia perlu menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6% karena Indonesia masih berkutat dengan tren deflasi yang persisten selama lima bulan terakhir.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) memproyeksikan Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di posisi 6%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (15/10), dibuka menguat 19,20 poin atau 0,25% ke posisi 7,578,85.
Suku bunga SBN mesti segera diturunkan agar utang luar negeri Indonesia tak terus bertambah.
BI mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2024 mencapai US$425,1 miliar atau setara Rp6.627 triliun, naik dari Juli 2024 yang hanya US$414,3 miliar atau Rp6.459 triliun.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih di pasar keuangan domestik mencapai Rp2,84 triliun selama periode transaksi 7-10 Oktober 2024.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 0,58 poin atau 0,01% ke posisi 7,501,87 pada Kamis (10/10) pagi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu (9/10), dibuka melemah 0,58 poin atau 0,01% ke posisi 7,556,56.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka melemah 2,42 poin atau 0,03% ke posisi 7.493,66, pada Senin (7/10) pagi.
(IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/10) diperkirakan bergerak volatile dengan adanya rilis data-data perekonomian domestik dan mancanegara selama sepekan ke depan.
BANK Indonesia memastikan uang pecahan Rp10.000 tahun emisi 2005 masih berlaku dan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Itu sekaligus membantah pernyataan
Bank Indonesia mengumumkan bahwa indeks permintaan terhadap properti komersial di tahun 2024 mengalami pertumbuhan positif.
Kegiatan dilakukan sebagai upaya mewujudkan Situ Bagendit sebagai salah satu wisata unggulan berbasis alam dan menjadi destinasi wisata kelas dunia.
BANK Indonesia bakal meluncurkan infrastruktur pasar keuangan anyar untuk mengatur dan mengawasi pasar uang dan pasar valuta asing. Itu akan dilakukan melalui Central Counterparty (CCP)
BANK Indonesia memastikan memperkuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang akan diperkuat ialah kebijakan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial
BANK Indonesia menyatakan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) bakal dipertahankan dalam waktu yang cukup lama. Itu karena instrumen tersebut dinilai bekerja dengan efektif
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved