PELATIH kawakan Benny Dollo kembali dipercaya untuk menukangi skuat tim nasional Indonesia setelah kursi tersebut kosong pascapemecatan Alfred Riedl seusai Piala AFF 2014. Memang jabatan itu disandang juru taktik yang akrab disapa Bendol tersebut hanya sementara.
Bendol diproyeksikan hanya akan mendampingi Firman Utina dkk dalam dua laga uji coba pada 25 dan 30 Maret mendatang. Alasan pemilihan Bendol ialah pelatih berusia 64 tahun tersebut dinilai memiliki pengalaman yang cukup untuk dibebani tugas negara. Saat ini Bendol merupakan pelatih Sriwijaya FC.
"Ini merupakan pilihan akhir dengan mempertimbangkan pengalaman beliau. Kami sudah berdiskusi dengan manajemen Sriwijaya dan setelah kami jelaskan Sriwijaya menerima keinginan kami," kata Sekjen PSSI Joko Driyono di Senayan, Jakarta, kemarin.
Selanjutnya, Bendol dijadwalkan bertemu dengan Badan Tim Nasional (BTN) pada pekan depan untuk membahas persiapan tim. Mantan pelatih Persija Jakarta itu juga diberi kebebasan untuk memilih tandemnya sebagai pelatih timnas.
"Meeting ini penting untuk mempersiapkan program jangka pendek. Kemudian ditentukan komposisi ofisial, tergantung permintaan dari coach Benny. Nanti program secara keseluruhan juga akan disinkronkan. Kami tidak ingin menyia-nyiakan FIFA matchday. Yang jelas BTN tidak ingin mengganggu klub siapa pun termasuk SFC (Sriwijaya FC). Dengan kata lain, opsi terkuat memang kami putuskan untuk pelatih permanen dengan pelatih asing," tandas Joko.
Menurut Joko, sebenarnya nominasi pelatih permanen timnas Indonesia sudah mengerucut. Sosok pelatih yang masih dirahasiakan namanya itu pun sebenarnya sudah akan didatangkan menjelang kick-off ISL pada 20 Februari lalu. Namun, lantaran adanya penundaan kick-off, PSSI menundanya.
Mengenai calon lawan timnas nanti, Joko memproyeksikan tiga tim yakni Kamerun, Korea Utara, atau Myanmar. Kesemua laga itu akan digelar di Stadion Delta Sidoarjo.
Sementara itu, Bendol mengaku siap jika ditunjuk kembali menjadi pelatih timnas. Penunjukan Bendol sebagai pelatih timnas merupakan yang ketiga kalinya setelah ia menduduki posisi itu pada 2000/2001 dan 2008/2010. "Saya siap menjadi pelatih sementara. Tidak masalah menjadi pelatih timnas selama 25 hingga 30 Maret saja." (Sat/R-4)