Stadion Sama, Hasilnya Beda

Asni Harismi
28/2/2015 00:00
Stadion Sama, Hasilnya Beda
(AFP/BULENT KILIC)
PADA 2005, Ataturk Olimpiyat Stadium menjadi saksi penaklukan Liverpool atas AC Milan dalam drama adu penalti di final Liga Champions. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya kemarin dini hari, tempat yang sama justru menjadi kuburan the Reds di 32 besar Liga Europa.

Dengan disaksikan 63.324 pasang mata yang merupakan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah Liga Europa, the Kops dipaksa menyerah oleh tuan rumah Besiktas di babak tos-tosan. Setelah menang 1-0 di Anfield, gi-liran klub asal Turki itu yang menyegel skor 1-0 lewat gol Tolgay Arslan (72').

Hasil itu membuat laga berlanjut hingga perpanjangan waktu dan adu penalti karena tak ada tim yang mencetak gol. Saat itulah mental Besiktas terlihat lebih kuat dengan seluruh penendangnya sukses menjadi algojo. Sebaliknya Liverpool gigit jari karena penendang pamungkas Dejan Lovren gagal menuntaskan tugasnya.

"Sebelum adu penalti, pelatih (Slaven Bilic) mengatakan kami sudah tak punya beban lagi, tapi kami semua ingin menuntaskan laga ini dengan kemenangan. Ini sungguh malam yang luar biasa," ujar gelandang Besiktas Veli Kavlak.

Bagi the Kops, hasil itu menjadi pencapaian buruk dalam debut Eropa mereka setelah lima tahun absen. Pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengaku sangat kecewa, tetapi menolak untuk menyalahkan Lovren dan menyebut itu merupakan kegagalan tim.

"Seseorang harus gagal mengeksekusi penalti, sayangnya itu ada di kubu kami," ujar Rodgers.

Dengan kegagalan tersebut, tim Merseyside tinggal mengandalkan finis empat besar di Liga Primer untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Kini, Daniel Sturridge dkk masih menempati urutan enam, tapi hanya berselisih dua angka dengan peringkat empat Manchester United.

Lima wakil
Dengan tersingkirnya Li-verpool, Inggris tinggal menyisakan Everton sebagai wakil di 16 besar. Pasalnya wakil Liga Primer lain, Tottenham Hotspur, juga didepak Fiorentina. La Viola mencukur Spurs 2-0 di Artemio Franchi.

Sebaliknya bagi Italia, lolosnya tim besutan Vincenzo Montella itu membuat semua 'delegasi' Seri A berhak berlaga di perdelapan final. Empat tim lain yang mengantongi tiket 16 besar ialah Internazionale Milan, Torino, Napoli, dan AS Roma.

Namun, setidaknya satu dari lima tim itu bakal tersingkir di 16 besar. Pasalnya dalam undian yang dilangsungkan di Nyon, Swiss, kemarin malam, AS Roma akan melakoni derby dengan Fiorentina.

Torino akan menantang Zenit St Petersburg dan Inter bertemu Wolfsburg. Adapun Napoli akan menghadapi Dynamo Moscow. Pertemuan klub satu negara juga bakal terjadi di Spanyol, antara Villarreal dan Sevilla.

Di sisi lain, Everton ditantang Dynamo Kyiv. Dalam pengundian itu UEFA memang tidak melarang terjadinya pertemuan tim senegara di perdelapan final. Namun, karena kondisi negara yang tengah berseteru, konfederasi sepak bola Eropa itu memutuskan agar tim asal Ukraina tidak bertemu dengan tim asal Rusia.

Babak 16 besar akan di-langsungkan dengan sistem kandang dan tandang pada 12 dan 19 Maret mendatang atau berbarengan dengan penyelenggaraan leg kedua 16 besar Liga Champions. (AFP/AP/R-4)

asni@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya