Persib Utamakan Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Dukungan Bobotoh

Sugeng Sumariyadi
28/4/2026 16:27
Persib Utamakan Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Dukungan Bobotoh
Persib terus berkembang dari klub sepak bola menjadi brand yang memiliki nilai ekonomi kuat.(Dok. Istimewa)

PERSIB Bandung terus memperkuat posisinya bukan hanya sebagai tim sepak bola, tetapi juga sebagai brand dengan nilai ekonomi yang signifikan melalui perlindungan kekayaan intelektual.

Vice President Commercial PT Persib Bandung Bermartabat Budi Ulia menyatakan bahwa kekayaan intelektual menjadi instrumen utama dalam menjaga identitas klub, mulai dari logo, jersey, hingga berbagai kampanye yang dijalankan.

“Kekayaan Intelektual membantu kami menjaga identitas tersebut. Mulai dari logo, jersey, hingga berbagai kampanye yang kami lakukan. Karena pada akhirnya, yang kami jaga adalah kepercayaan Bobotoh,” kata Budi dalam dialog memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, dalam menghadapi maraknya produk tidak resmi di pasaran, PT Persib Bandung Bermartabat lebih mengedepankan pendekatan edukatif dibandingkan langkah defensif.

Persib juga mengajak Bobotoh untuk membeli produk resmi sebagai bentuk dukungan langsung terhadap klub.

“Membeli produk resmi di Persib Store bukan hanya soal kualitas, tetapi juga bentuk dukungan langsung terhadap klub. Ini bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari cara Bobotoh ikut menjaga Persib,” lanjutnya.

Budi menegaskan bahwa kolaborasi akan terus dibuka ke depan selama tetap menjaga jati diri klub.

“Di Persib, kami percaya brand yang kuat lahir dari karya yang dijaga dan kepercayaan yang dirawat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat Asep Sutandar mengapresiasi langkah Persib dalam mengelola legalitas merek secara konsisten.

“Ini penting untuk dilindungi. Sangat penting. Kalau tidak dilindungi bisa dijiplak orang lain, sangat rugi. Kekayaan intelektual Persib bisa dilihat, ada logo, ada desain industrinya, jersey misalnya, tidak bisa dijiplak,” ujarnya.

Ia menilai Persib dapat menjadi contoh bagi pelaku industri kreatif dan olahraga lain dalam melindungi karya dan inovasi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Sigit Iskandar yang menekankan pentingnya kekayaan intelektual dalam dunia olahraga.

“Contohnya, Persib dengan produk resminya bisa memberikan kontribusi bukan hanya untuk tim, namun masyarakat luas. Kami konsen mendukung sport tourism dalam memajukan olahraga. Karena olahraga tanpa dukungan anggaran nonsense,” paparnya.

Ia menambahkan, pengelolaan kekayaan intelektual seperti yang dilakukan Persib mampu memberikan dampak ekonomi, tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi masyarakat luas. (SM/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya