Samarinda Punya Potensi Menjanjikan untuk Sepak Bola Putri

Budi Ernanto
27/4/2026 15:24
Samarinda Punya Potensi Menjanjikan untuk Sepak Bola Putri
Aksi Adiba Sanas Primayuga (tengah) dari SDN 002 Kota Samarinda di pertandingan final KU 12 melawan SDN 018 Samarinda Ulu.(DOK BAKTI OLAHRAGA DJARUM FOUNDATION)

MILKLIFE Soccer Challenge Samarinda Seri 2 2025-2026 sukses digelar di Borneo FC Training Centre pada 23 hingga 26 April 2026. Turnamen sepak bola putri usia dini ini menghadirkan antusiasme tinggi dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Samarinda dan sekitarnya.

Sebanyak 642 siswi dari 44 sekolah ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka terbagi ke dalam 62 tim yang bertanding di kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun. Ajang ini menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri di Kalimantan Timur, terutama karena Samarinda baru pertama kali menjadi tuan rumah kompetisi tersebut.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari Bayan Resources melalui Bayan Peduli. Direktur perusahaan, Merlin, menilai turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda.

“Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat, berpeluh keringat memperebutkan gelar juara. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus 'Berkarya Nyata, Bangun Bangsa' dengan menciptakan wadah yang inklusif bagi talenta lokal untuk bersinar di kancah nasional maupun internasional,” ungkap Merlin.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, melihat potensi besar dari penyelenggaraan perdana di Samarinda. Menurutnya, tingginya partisipasi sekolah dan semangat bertanding para peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di daerah tersebut.

“Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri di Kalimantan Timur,” ujar Teddy.

Ia menilai kehadiran Samarinda sebagai kota baru dalam rangkaian turnamen menjadi langkah penting untuk memperluas pembinaan sepak bola putri di luar Pulau Jawa. Menurutnya, kompetisi berkelanjutan dan pelatihan yang terstruktur akan membantu meningkatkan kualitas pemain di masa depan.

Para pemain terbaik dari Samarinda nantinya akan dipersiapkan tampil di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026-2026 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan menjalani program latihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan mental bertanding sebelum bersaing di level nasional.

Pembinaan pemain muda dalam program ini turut dikawal oleh Jacksen Ferreira Tiago selaku Head Coach MilkLife Soccer Challenge. Ia telah memilih 25 pemain untuk mengikuti program latihan lanjutan sebelum nantinya disaring menjadi 16 pemain terbaik.

“Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda mau tidak mau harus minimal tiga kali karena kita benar-benar mulai dari nol. Pasti untuk saat ini kita masih tertinggal dibanding kota lain, tetapi kita harus kejar semaksimal mungkin dan kerja lebih keras,” kata Jacksen.

Ia juga menilai kehadiran kompetisi ini membawa harapan baru bagi perkembangan sepak bola putri di Samarinda yang selama ini minim wadah pembinaan khusus perempuan.

“Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita."

Jacksen bahkan mengungkapkan rencana pembukaan kelas khusus putri di Borneo FC Academy.

“Tapi setelah saya terlibat dalam proyek MLSC, saya bicara dengan owner dan pengurus, dan kami akan membuka kelas untuk putri. Rencananya launching pada 17 Mei,” pungkas Jacksen.

Persaingan memuncak pada partai final kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun. Di kategori KU 10, SDN 008 Palaran keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN 009 Samarinda Seberang dengan skor tipis 1-0.

Gol kemenangan dicetak Girana Natasha lewat tendangan bebas pada babak kedua.

"Saya senang banget karena bisa mencetak gol dan membawa sekolah menjadi juara MilkLife Soccer Challenge di Samarinda."

Sementara di kategori KU 12, SDN 002 Kota Samarinda tampil dominan dengan kemenangan 5-2 atas SDN 018 Samarinda Ulu. Adiba Sanas Primayuga menjadi bintang lapangan setelah mencetak hattrick.

“Saya bangga sekali karena dapat mencetak hattrick di pertandingan final dan mengantarkan sekolah kami menjadi juara di MLSC yang baru pertama kalinya ada di Samarinda."

Turnamen ini bukan hanya melahirkan juara perdana, tetapi juga membuka jalan baru bagi perkembangan sepak bola putri usia dini di Samarinda dan Kalimantan Timur. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya