Mauricio Souza Soroti Kreativitas Persija Jakarta Jelang Laga Super League Kontra PSIM Yogyakarta

Basuki Eka Purnama
22/4/2026 06:59
Mauricio Souza Soroti Kreativitas Persija Jakarta Jelang Laga Super League Kontra PSIM Yogyakarta
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza(ANTARA/Darryl Ramadhan)

PELATIH Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan perhatian khusus pada aspek kreativitas serangan timnya menjelang laga krusial pekan ke-29 Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta, Rabu (22/4). Meski datang dengan modal dua kemenangan beruntun, pelatih asal Brasil tersebut menilai lini depan Macan Kemayoran masih memiliki celah yang harus segera diperbaiki.

Laga yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4) sore, menjadi ujian bagi efektivitas strategi Souza di tengah jadwal yang padat dan kendala logistik akibat perpindahan venue pertandingan.

Masalah Kreativitas di Sepertiga Akhir

Dalam sesi konferensi pers, Mauricio Souza secara blak-blakan mengungkapkan bahwa evaluasi utama dari laga-laga sebelumnya adalah minimnya variasi serangan saat mendekati gawang lawan. Ia menuntut Rizky Ridho dan kawan-kawan untuk tampil lebih berani dalam melakukan penetrasi.

“Di area dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” ujar Souza tegas.

Ia berharap anak asuhnya tidak hanya mengandalkan pola serangan yang monoton, tetapi lebih cerdik dalam memanfaatkan ruang sekecil apa pun di pertahanan Laskar Mataram untuk menciptakan peluang emas.

Poin Utama Pernyataan Mauricio Souza:
  • Kreativitas: Tim wajib meningkatkan variasi serangan dan kombinasi di sepertiga akhir lapangan.
  • Logistik: Persiapan terganggu perubahan lokasi laga dari Bantul ke Gianyar yang memakan waktu perjalanan.
  • Kolektivitas: Menolak mewaspadai satu pemain PSIM secara khusus; fokus pada kekuatan tim lawan secara keseluruhan.

Kendala Perubahan Venue

Selain masalah teknis di lapangan, Souza juga menyoroti tantangan non-teknis terkait pemindahan lokasi pertandingan. Persija sebelumnya merencanakan tetap bertahan di Yogyakarta setelah laga melawan PSBS Biak di Sleman, namun rencana tersebut buyar karena laga dipindah ke Bali.

“Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang. Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Yogyakarta,” ungkapnya.

Kendati demikian, Souza memastikan bahwa motivasi skuadnya tidak luntur. Baginya, kemenangan atas PSIM adalah harga mati untuk menjaga posisi Persija di peringkat ketiga klasemen (58 poin) agar tetap berada dalam jalur perebutan gelar juara.

Enggan Terpaku pada Individu Lawan

Menanggapi kekuatan PSIM Yogyakarta, Souza memilih untuk tetap waspada secara kolektif. Ia tidak ingin para pemainnya hanya menjaga satu atau dua nama tertentu, mengingat sepak bola adalah permainan tim.

“Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Di dalam tim PSIM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja. Kami selalu menekankan aspek kolektif,” pungkas pelatih yang pernah menangani Madura United tersebut. (Ant/Z-1)

Aspek Evaluasi Souza Target di Laga Kontra PSIM
Kreativitas Serangan Meningkatkan aksi individu & kombinasi satu-dua.
Kondisi Fisik Pemulihan cepat pasca perjalanan jauh ke Bali.
Pertahanan Menjaga catatan clean sheet untuk laga ketiga beruntun.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya