Amali: Perpecahan karena Rivalitas Klub Langgar Prinsip Lahirnya PSSI

Hery Susetyo
19/4/2026 18:57
Amali: Perpecahan karena Rivalitas Klub Langgar Prinsip Lahirnya PSSI
Wakil Ketua Umum Zainudin Amali saat peringatan HUT ke-96 PSSI di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/4).(Dok)

WAKIL Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan bahwa rivalitas antar klub tidak boleh memecah persatuan bangsa. Ia menyebut perpecahan akibat perbedaan dukungan klub bertentangan dengan prinsip dasar berdirinya PSSI.

Pernyataan tersebut disampaikan Amali dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-96 PSSI di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/4).

Amali menekankan bahwa filosofi utama sepak bola Indonesia adalah persatuan yang melampaui rivalitas di lapangan.

“Makna dari sejarah ini adalah kita sebagai masyarakat sepak bola harus bersatu. Kita bertarung dan bertanding hanya selama 2x45 menit. Setelah itu, kita kembali guyub, kembali menjadi satu keluarga besar sepak bola Indonesia dan warga bangsa,” kata Amali.

Dalam kesempatan tersebut, PSSI juga merefleksikan perjalanan panjang organisasi yang lahir dari semangat perjuangan sebelum kemerdekaan. Amali mengingatkan bahwa PSSI didirikan oleh tujuh klub, yakni Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Madiun, PPSM Magelang, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo.

Saat ini, lima dari klub tersebut berkompetisi di Liga 1, sementara PSM Madiun dan PPSM Magelang berada di Liga 3.

Amali juga menyampaikan apresiasi kepada para legenda sepak bola Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai era.

“Tanpa Bapak-bapak sekalian, catatan sejarah sepak bola kita tidak akan lengkap. PSSI berterima kasih atas karya terbaik yang telah diberikan,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan prestasi, PSSI saat ini tengah melakukan transformasi menyeluruh di semua level tim nasional, mulai dari senior hingga kelompok usia.

Selain itu, PSSI juga mendorong pengembangan sepak bola putri dengan rencana memulai kompetisi pada musim depan. Kompetisi tersebut akan melibatkan klub dari Liga 1 dan Liga 2, dengan tahap uji coba dilakukan secara terbatas sebelum digelar secara nasional.

Di akhir pernyataannya, Amali mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung perkembangan sepak bola nasional, termasuk target besar menembus Piala Dunia FIFA 2030.

“Mimpi kita semua adalah melihat Tim Nasional Indonesia bisa masuk ke Piala Dunia pada tahun 2030. Insya Allah, dengan dukungan dan doa dari semuanya, hal itu bisa terwujud,” pungkasnya. (HS/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya