Real Sociedad Rengkuh Trofi Copa del Rey, Tuah Magis Seorang Italia-Amerika

Khoerun Nadif Rahmat
19/4/2026 13:12
Real Sociedad Rengkuh Trofi Copa del Rey, Tuah Magis Seorang Italia-Amerika
Pelatih Real Sociedad Pellegrino Matarazzo(Instagram/@brfootball)

PELATIH Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo, tidak mampu menyembunyikan rasa gembiranya setelah berhasil membawa timnya merengkuh trofi Copa del Rey. Keberhasilan itu dipastikan usai La Real menumbangkan Atletico Madrid melalui drama adu penalti di partai final yang berlangsung Minggu (19/4).

Dalam laga yang sengit tersebut, Real Sociedad memastikan gelar juara setelah unggul 4-3 pada babak tos-tosan. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu berakhir. Trofi ini menjadi koleksi keempat sepanjang sejarah klub asal Basque tersebut.

Capaian itu terbilang luar biasa mengingat Matarazzo baru ditunjuk menukangi tim pada Desember lalu. Saat itu, kehadirannya sempat diragukan karena Real Sociedad tengah terpuruk di papan bawah dan mendekati zona degradasi. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dan membawa tim ke podium juara.

"Ini mungkin yang pertama (trofi besar) untuk seorang Italia-Amerika," ujar Matarazzo seperti dikutip dari AFP.

Ia mengungkapkan bahwa realitas kesuksesan itu baru benar-benar terasa saat Pablo Marin sukses mengeksekusi penalti penentu. 

"Itulah momen ketika saya menyadari ini nyata. Ini benar-benar terjadi. Anda membayangkan kesuksesan dan Anda percaya padanya serta mempercayai para pemain, tetapi sampai Anda melewati garis akhir, Anda tidak benar-benar merasakan bahwa apa yang terjadi itu benar-benar terjadi, dan kemudian itu terjadi," tuturnya.

Kendati demikian, Matarazzo enggan jemawa. Ia menegaskan bahwa transformasi performa tim dalam beberapa bulan terakhir merupakan buah dari kerja keras kolektif.

"Kami memiliki pemain-pemain fantastis, luar biasa di dalam skuad ini dengan karakter yang luar biasa. (Di balik kesuksesan ini adalah) kerja harian dan komitmen yang kami semua miliki untuk tim ini dan untuk klub ini," tegasnya.

Kebahagiaan serupa terpancar dari wajah para pemain, termasuk Mikel Oyarzabal. Penyerang yang juga mencetak gol penalti di waktu normal ini merasa pencapaiannya telah paripurna.

"Saya belum pernah berjalan di atas air tetapi pasti rasanya seperti ini. Sulit untuk memenangkan trofi bersama tim dalam hidup Anda. Setelah ini karier saya sudah lengkap dan saya bisa mati bahagia," ucap Oyarzabal.

Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Atletico Madrid. Pelatih Diego Simeone menyesali ketidakmampuan anak asuhnya dalam mengonversi peluang sebelum laga ditentukan melalui adu penalti.

"Peluang-peluang itu tidak mau masuk," kata Simeone.

Meski Los Rojiblancos masih memiliki asa di Liga Champions saat menghadapi Arsenal di semifinal nanti, Simeone mengaku sulit untuk langsung berpaling dari kekalahan di Sevilla tersebut.

"Saya tidak memikirkan Arsenal, apa yang terjadi hari ini sangat menyakitkan bagi saya. Kami harus menang dan kami tidak bisa menang," pungkasnya. (Ndf/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya